Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Selasa, 6 April 2021 07:00 WIB
Reses di Pondok Indah, Uba Ingan Disuguhi Berbagai Permasalahan yang Dihadapi Warga
<p style="text-align: justify;"><strong>BATAMTODAY.COM, Batam</strong> - Anggota DPRD Kepri Uba Ingan Sigalingging melakukan Reses di Perumahan Pondok Indah/Idaman, RW 07/RT 01 Kelurahan Taman Baloi, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam, Sabtu (20/3/2021) malam.</p> <p style="text-align: justify;">Reses guna menyerap aspirasi di daerah pemilihannya itu diikuti antusias oleh ratusan warga. Uba Ingan pun langsung disuguhi berbagai permasalahan yang dihadapi warga, antara lain permasalahan banjir, lahan fasum yang belum dihibahkan ke Pemko Batam, dan juga permasalahan infrastruktur di perumahan tersebut.</p> <p style="text-align: justify;">Ketua RT 01/RW 07, Lindung, mengatakan, permasalahan lahan yang belum dihibahkan oleh PT Maytecon Batindo selaku pihak developer telah disampaikan warga dalam beberapa kali Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Batam.</p> <p style="text-align: justify;">Tidak hanya ketua RT, Erik, salah satu warga, mengungkapkan, posisi kontur perumahan mereka seperti kuali menyebabkan luapan luapan air dari berbagai sisi selalu menyebabkan banjir saat hujan "Kalau sudah hujan pasti banjir. Kami sudah membuat dinding pembatas yang berfungsi untuk menahan air, tapi selalu roboh karena debit air dari berbagai lokasi yang besar," ujarnya.</p> <p style="text-align: justify;">Menjawab keluhan warga, Uba Ingan mengungkapkan, bahwa permasalahan banjir dan juga belum dilakukannya peralihan lahan fasum dari pihak developer ke Dinas Perkimtan Batam akan segera ditindaklanjutinya. "Senin nanti saya akan langsung menghubungi titik permasalahan apa yang terjadi di Perkimtan Batam yang menyebabkan alokasi lahan ini belum juga dapat terealisasi," ungkapnya.</p> <p style="text-align: justify;">Uba menambahkan, hal yang kerap terjadi di berbagai perumahan di Kota Batam menjadi catatan penting bagi Pemko Batam, agar dapat memperhatikan tanggung jawab developer. "Jadi developer tidak hanya membangun, menjual, mencari keuntungan. Tetapi juga memperhatikan kualitas, sehingga nantinya tidak semua dibebankan ke pemerintah," tandasnya.</p>











