Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Aksi Teror di Bandara Hang Nadim Berhasil Digagalkan Tim BIB dan Gegana Brimob Polda Kepri
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Selasa, 2 Desember 2025 18:08 WIB
BATAMTODAY.COM, Batam - Suasana di Bandara Internasional Hang Nadim Batam mendadak berubah menegangkan pada Selasa (2/12/2025) sekitar pukul 13.30 WIB. Di tengah ramainya aktivitas penerbangan, dua orang bersenjata laras panjang serta seorang pria mengenakan jaket bom tiba-tiba muncul dan menyandera seorang petugas bandara di area parkir.
Aksi tersebut sontak menggegerkan para pengguna bandara dan memicu respons cepat aparat keamanan.
Para pelaku tampak agresif. Bahkan beberapa kali mereka melepaskan tembakan ke udara untuk menegaskan ancaman.
Dari informasi yang beredar di lapangan, sebuah bom diduga berada di dalam mobil yang dibawa para penyandera, menambah ketegangan dan risiko dalam upaya penanganan.
Tak butuh waktu lama bagi aparat gabungan untuk bergerak. Tim keamanan bandara bersama aparat keamanan langsung mengamankan area dan menarik garis perimeter agar warga tidak mendekat. Sementara itu, Tim Gegana dan unit penjinak bom dari Brimob Polda Kepri dikerahkan untuk mengantisipasi ancaman peledakan yang bisa terjadi kapan saja.
Petugas juga melakukan barikade di akses jalan menuju area parkir guna memastikan pelaku tidak dapat melarikan diri keluar dari kawasan bandara. Kendaraan taktis disiagakan, dan anggota bersenjata lengkap tampak mengambil posisi di titik-titik strategis.
Seiring upaya penindakan, proses negosiasi pun dibuka. Aparat berusaha membujuk para pelaku untuk menyerahkan diri secara damai serta membebaskan sandera dalam kondisi selamat. Komunikasi intens dilakukan dengan harapan situasi dapat dikendalikan tanpa menimbulkan korban jiwa.
Namun seluruh adegan dramatis tersebut bukanlah kejadian kriminal nyata. Insiden itu adalah bagian dari Airport Security Exercise atau latihan penanggulangan keadaan darurat yang rutin digelar Bandara Internasional Hang Nadim Batam sebagai bentuk implementasi standar internasional keselamatan penerbangan.
Latihan ini dirancang untuk mensimulasikan skenario ancaman serius, termasuk kemungkinan penyerbuan kelompok bersenjata, penyanderaan, hingga potensi penggunaan bahan peledak.
Melalui skenario ekstrem tersebut, seluruh unsur terkait mulai dari otoritas bandara, kepolisian, TNI, hingga tim medis dilatih untuk merespons secara cepat, terukur, dan terkoordinasi.
Tujuannya tak lain untuk memastikan bahwa jika suatu hari ancaman nyata terjadi, seluruh personel yang bertugas telah memiliki kesiapan maksimal dalam melindungi penumpang, fasilitas bandara, dan jalur penerbangan.
Direktur Operasi PT BIB, Anton Marthalius, mengatakan, latihan ini merupakan kewajiban sesuai Permenhub No. 140/2015, yang mewajibkan bandara menggelar latihan keadaan darurat minimal dua tahun sekali. "Persiapan dilakukan selama 120 hari dan melibatkan maskapai, AirNav, ground handling, TNI, Polri, Basarnas, Pemko Batam, dan sejumlah instansi terkait lainnya," kata Anton disela-sela kegiatan.
Ia menjelaskan, penutupan bandara selama satu jam membuat dua penerbangan terdampak. Namun penundaan berjalan lancar karena telah dikoordinasikan sebelumnya, dan seluruh penumpang telah diberikan informasi sejak awal.
"Simulasi serupa terakhir dilakukan pada 2023, dan latihan berikutnya dijadwalkan kembali pada 2027," jelasnya.
Editor: Yudha
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
