Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Aktivitas Cut and Fill di Batam dan Penggundulan Hutan di Lingga Dilaporkan ke Prabowo, Kapolri dan Menhut
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Kamis, 18 Desember 2025 16:28 WIB
BATAMTODAY.COM, Jakarta - Aktivitas Cut and Fil di Kota Batam dan penggundulan hutan di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dilaporkan ke Presiden Prabowo Subianto, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, serta Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni.
"Kita minta Presiden Prabowo Subianto, Kapolri dan Menteri Kehutanan mencari dalang aktivitas pengerukan cut and fill di Kota Batam dan penggundulan hutan di Kabupaten Lingga. Kita minta Presiden dan Kapolri menindak tegas," kata Zuhardi, seorang anak Kepri yang peduli atas masa depan provinsi berjuluk Bumi Segantang Lada ini, di Jakarta, Kamis (18/12/2025).
Menurut Zulhardi, aktivitas cut and fill di Batam merajalela, bukit-bukit, hutan-hutan digunduli dan diratakan dengan tanah.
"Akibat cut and fill, kondisi Batam semakin sering banjir, tidak ada kepedulian lingkungan sama sekali. Kalau dibiarkan Batam bisa tenggelam," katanya.
Aktivitas Cut and Fill sangat lumrah digunakan sebagai metode konstruksi untuk meratakan permukaan tanah dengan cara menggali (cut) tanah dari area yang lebih tinggi dan menimbun (fill) tanah tersebut ke area yang lebih rendah.
Sehingga lahan menjadi rata dan siap untuk dibangun, dan seringkali dilakukan di lokasi yang sama untuk menghemat biaya transportasi.
Proses ini kerap digunakan untuk persiapan lahan konstruksi seperti jalan, perumahan, atau bendungan.
Sementara untuk hutan di Lingga, Zuhardi melaporkan telah terjadi penggundulan yang masif untuk lahan perkebunan sawit oleh pihak tertentu.
"Di Kecamatan Lingga Utara ada 19 ribu hektar yang digundul. Lalu, di Singkep Barat dan Singkep Selatan seluas 23 ribu hektar, belum lainnnya. Kami jadi bertanya-tanya apakah penggundulan hutan ini ada izinnya," kata Zuhardi.
Zuhardi berharap agar Presiden Prabowo lebih memperhatikan Provinsi Kepri, karena Kepri merupakan pintu gerbang Indonesia yang berbatasan dengan negara tetangga.
"Hormat kami kepada bapak Presiden RI yang kanj banggakan, bahwa dengan datangnya surat ini, kami menyuarakan kegelisahan kami sebagai anak Kepulauan Riau, bahwa saat ini sedang tidak baik-baik saja terhadap lingkungan," ujarnya.
Kerusakan lingkungan di Provinsi Kepri, khususnya di Kota Batam dan Kabupaten Lingga, juga dapat memicu bencana seperti yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
"Bencana yang terjadi di di tiga provinsi di Sumatera membuat kami berduka. Kami tidak ingin ini terjadi di Kota Batam dan Kabupaten Lingga dikarenakan kondisi hutannya mengalami kerusakan yang sangat masif," katanya.
Zuhardi mengantarkan surat kegelisahannya mengenai kerusakan lingkungan di Kepri, khususnya Batam dan Lingga ke Presiden Prabowo Subianto, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Menhut Raja Juli Antoni.
Surat kepada Prabowo diantarkan langsung ke Istana Negara pada Rabu (17/12/2025), sedangkan surat ke Kapolri dan Menhut diantarkannya pada Selasa (16/12/2025) ke Mabes Polri dan kantor Kementerian Kehutanan.
Dalam laporannya, Zuhardi menyampaikan bukti-bukti mengenaj kerusakan lingkungan di Batam akibat aktivitas Cut and Fill dan penggundulan hutan Lingga untuk perkebunan sawit.
Zuhardi berharap Presiden Prabowo menindaklanjuti pengaduannya, dan memberikan perhatian khusus kepada Kepri.
Sedangkan Kapolri mencari dan menangkap kerusakan lingkungan di Batam dan Lingga.
Sementara Menhut diharapkan semua perizinan pemanfaatan hutan di Batam dan Lingga yang menyebabkan kerusakan hutan dan lingkungan.
Editor: Surya
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
