Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Amsakar Tekankan Skala Prioritas Pembangunan Batam, Usulan Capai Rp 9 Triliun Sementara APBD Rp 4,27 Triliun
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Selasa, 13 Januari 2026 14:28 WIB
BATAMTODAY.COM, Batam - Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan pentingnya penerapan skala prioritas dalam perencanaan pembangunan daerah, seiring keterbatasan kemampuan fiskal Pemerintah Kota Batam.
Penegasan tersebut disampaikannya saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Sadai dan Kelurahan Sungai Pelunggut Tahun 2026, Minggu (11/1/2026).
Musrenbang Kelurahan Sadai digelar di Room VIP E Restoran Golden Prawn 933, sementara Musrenbang Kelurahan Sungai Pelunggut berlangsung di GOR Bulu Tangkis RT 003 RW 011 Kavling Bukit Kamboja.
Dalam arahannya, Amsakar menekankan bahwa Musrenbang bukan sekadar forum penyampaian aspirasi warga, melainkan bagian dari sistem perencanaan pembangunan yang resmi, terstruktur, dan berjenjang. "Seluruh tahapan ini kita jalani untuk menyaring dan menetapkan skala prioritas pembangunan. Dimulai dari pra-musrenbang, musrenbang kelurahan, berlanjut ke musrenbang kecamatan, hingga musrenbang tingkat kota," ujar Amsakar.
Ia menjelaskan, setiap usulan yang disepakati di tingkat kelurahan harus sudah diprioritaskan sebelum dibahas pada musrenbang kecamatan. Pada tahapan tersebut, usulan antar kelurahan akan diselaraskan dengan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), pokok-pokok pikiran DPRD, arah kebijakan pemerintah daerah, serta visi dan misi kepemimpinan Amsakar-Li Claudia.
Amsakar juga memaparkan kondisi keuangan daerah yang menjadi dasar penting dalam penentuan prioritas pembangunan. Menurutnya, apabila seluruh usulan pembangunan dari masyarakat digabungkan, kebutuhan anggaran dapat mencapai sekitar Rp 9 triliun, sementara kemampuan APBD Kota Batam saat ini berada di kisaran Rp 4,27 triliun.
"Kondisi ini mengharuskan kita untuk benar-benar bijak. Tidak semua usulan bisa diakomodasi. Program yang harus didahulukan adalah yang memberikan manfaat paling besar dan dirasakan langsung oleh masyarakat," tegasnya.
Meski menghadapi keterbatasan anggaran, Amsakar mengajak masyarakat tetap optimistis. Ia menyampaikan bahwa berbagai indikator pembangunan Kota Batam menunjukkan tren positif selama sekitar sepuluh bulan kepemimpinan Amsakar-Li Claudia.
Pertumbuhan ekonomi Batam tercatat mencapai 6,89 persen. Sementara itu, realisasi investasi hingga triwulan III 2025 mencapai Rp 54,74 triliun atau sekitar 91 persen dari target Rp 60 triliun. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam juga terus meningkat hingga menyentuh angka 83,8.
"Capaian ini mencerminkan peningkatan kualitas pendidikan, kesejahteraan masyarakat, serta derajat kesehatan warga yang semakin baik," ujar Amsakar.
Ia menambahkan, Batam saat ini menjadi daerah dengan kinerja pembangunan terbaik di Kepulauan Riau dan masuk lima besar daerah dengan capaian pembangunan terbaik di Sumatera. Selain itu, tingkat pengangguran terbuka dan angka kemiskinan juga menunjukkan penurunan signifikan.
Persentase penduduk miskin di Batam tercatat turun dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen. Capaian tersebut bahkan mengantarkan Batam meraih penghargaan nasional sebagai daerah dengan kinerja penurunan kemiskinan yang baik.
Menutup arahannya, Amsakar menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas partisipasi aktif dalam proses perencanaan pembangunan melalui Musrenbang. "Seluruh capaian ini merupakan hasil kerja bersama. Partisipasi masyarakat menjadi kunci agar pembangunan Batam benar-benar tepat sasaran dan menjawab kebutuhan warga," pungkas Amsakar Achmad.
Editor: Gokli
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
