Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Angkutan Nataru 2025-2026 Naik 12,48 Persen, Kemenhub Catat 21,46 Juta Penumpang
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Selasa, 6 Januari 2026 12:08 WIB
BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Perhubungan mencatat lonjakan signifikan jumlah pengguna angkutan umum selama periode Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026).
Dalam rentang waktu 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, total penumpang angkutan umum mencapai 21.461.491 orang atau meningkat 12,48 persen dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 19.079.881 penumpang.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyampaikan bahwa kenaikan tersebut merupakan hasil dari pelaksanaan kebijakan dan rencana operasi angkutan Nataru yang berjalan sesuai perencanaan.
"Berdasarkan hasil monitoring sejak 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, jumlah penumpang angkutan umum meningkat 12,48 persen dibandingkan Nataru tahun lalu, dengan total mencapai 21,46 juta penumpang. Ini menunjukkan penyelenggaraan angkutan Nataru tahun ini berjalan dengan baik," ujar Dudy Purwagandhi saat menutup Posko Pusat Angkutan Nataru 2025/2026 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (5/1/2025).
Secara rinci, peningkatan jumlah penumpang terjadi pada hampir seluruh moda transportasi. Angkutan udara tercatat melayani 4.768.675 penumpang atau naik 0,73 persen dibandingkan periode sebelumnya. Angkutan laut mencatat pertumbuhan tertinggi dengan 2.254.733 penumpang atau meningkat 43,42 persen.
Sementara itu, angkutan perkeretaapian melayani 7.573.881 penumpang, naik 12,92 persen dari Nataru tahun lalu. Angkutan penyeberangan juga mengalami lonjakan signifikan dengan total 3.725.343 penumpang atau meningkat 35,05 persen.
Berbeda dengan moda lainnya, angkutan jalan justru mengalami penurunan. Pada Nataru 2025/2026, jumlah penumpang angkutan jalan tercatat sebanyak 3.138.859 orang, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 3.307.966 penumpang.
Selain pergerakan penumpang, Kemenhub juga mencatat peningkatan arus kendaraan. Volume kendaraan keluar masuk Jakarta melalui jalan tol naik sebesar 3,39 persen, sedangkan melalui jalur arteri meningkat 17,3 persen.
Menhub Dudy menambahkan, kinerja lalu lintas selama Nataru juga menunjukkan perbaikan dari sisi waktu tempuh. "Pada Nataru 2025/2026, waktu tempuh rata-rata di ruas tol Cawang–Banyumanik secara kumulatif tercatat 5 jam 4 menit atau turun 5,24 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk arus sebaliknya, waktu tempuh bahkan menurun hingga 10,1 persen," jelasnya.
Arus kendaraan keluar Jabodetabek melalui jalan tol didominasi menuju Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, Pulau Sumatra, serta sejumlah wilayah di Jawa Barat seperti Puncak dan Sukabumi.
Selama masa operasional Posko Nataru, Kementerian Perhubungan melakukan pemantauan intensif pada 1.549 titik di simpul dan jaringan transportasi seluruh moda. Titik pemantauan tersebut meliputi 222 terminal, 248 pelabuhan penyeberangan, 264 pelabuhan laut, 257 bandar udara, 471 stasiun kereta api, 43 gerbang tol, serta 44 ruas jalan arteri.
Kemenhub menilai hasil pemantauan tersebut menjadi dasar evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan dan keselamatan transportasi nasional pada periode angkutan berikutnya.
Editor: Gokli
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
