Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Atasi Kendala Program Makan Bergizi Gratis, Pemkab Bintan Bentuk Satgas Lintas Instansi

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Kamis, 2 Oktober 2025 15:48 WIB
Sekda Bintan, Rony Kartika. (Foto: Harjo)
Sekda Bintan, Rony Kartika. (Foto: Harjo)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan membentuk Satuan Tugas (Satgas) lintas instansi untuk mengawal pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah ini diambil menyusul berbagai kendala yang muncul di lapangan, termasuk keterlambatan distribusi dan kualitas makanan yang dikeluhkan penerima manfaat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bintan, Rony Kartika, mengatakan Satgas akan melakukan asistensi dan pendampingan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). "Satgas lintas instansi yang dibentuk ini bertugas melakukan asistensi dan pendampingan terhadap SPPG. Setiap dua minggu Satgas akan turun melakukan peninjauan," ujar Rony di Bintan, Kamis (2/10/2025).

Ia menegaskan, komunikasi antara SPPG dan yayasan pengelola dapur MBG harus diperkuat agar pelayanan berjalan maksimal, termasuk soal distribusi makanan ke penerima manfaat. "Semua regulasi akan berdampak pada kualitas dan keberhasilan program, sehingga koordinasi menjadi kunci utama," jelasnya.

Menurut Rony, sejumlah kendala yang sering muncul, seperti suplai bahan pangan yang tidak tepat waktu hingga kualitas makanan yang kurang terjaga, harus segera dievaluasi. Pemkab juga mendorong dapur MBG untuk menggandeng pihak ketiga dalam penyediaan bahan baku dengan mengutamakan potensi lokal.

"Terkait kebutuhan sayur-mayur, seperti wortel dan kacang panjang, kami sudah meminta data agar bisa disuplai dari desa. Ini juga bagian dari program ketahanan pangan. Dengan begitu, desa terdorong menanam komoditas yang dibutuhkan dapur MBG, sehingga kendala distribusi bisa diminimalisasi," tambahnya.

Selain itu, Rony mengingatkan pentingnya pola komunikasi yang lebih terbuka dari SPPG dan pengelola dapur MBG. "SPPG dan yayasan pengelola dapur harus membuka diri. Masyarakat membutuhkan informasi yang benar, teruji, dan sesuai dengan fakta di lapangan," tegasnya.

Editor: Gokli

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan