Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Awas, Makanan Cepat Saji Bikin Ketergantungan
Oleh: Admin • Dibaca: 182 kali
Senin, 1 Juli 2013 00:00 WIB
BOSTON - Makanan cepat saji atau yang sering disebut junk food bisa
membuat ketagihan dan merangsang keinginan seperti narkoba. Hal itu
didapat dari hasil pemindaian otak.
Hasil penelitian menunjukkan membatasi karbohidrat glikemik tinggi dapat menyebabkan gula darah melonjak dan membantu mengekang makan yang berlebihan dan obesitas. Para ilmuwan meneliti bagaimana asupan makanan diatur oleh pusat kesenangan di otak yang dihubungkan dengan kecanduan.
Pencitraan resonansi fungsional magentik (fMRI) digunakan untuk mengamati aktivitas otak relawan yang kelebihan berat badan selama empat jam setelah makan. Periode penting ini menunjukkan pengaruh perilaku ketika makanan dimakan. Sebanyak 12 orang diberi tes dengan susu kocok dengan rasa yang sama.
"Temuan menunjukkan bahwa membatasi karbohidrat dengan indeks glikemik tinggi seperti roti putih dan kentang dapat membantu penderita obesitas mengurangi ketagihan dan mengendalikan dorongan untuk makan berlebih," ujar Kepala Peneliti David Ludwig dari Yayasan Pusat Pencegahan Obesitas di Boston, AS. Penelitian tersebut dilaporkan dalam Jurnal Nutrisi Klinik Amerika.
Sumber: Republika
Hasil penelitian menunjukkan membatasi karbohidrat glikemik tinggi dapat menyebabkan gula darah melonjak dan membantu mengekang makan yang berlebihan dan obesitas. Para ilmuwan meneliti bagaimana asupan makanan diatur oleh pusat kesenangan di otak yang dihubungkan dengan kecanduan.
Pencitraan resonansi fungsional magentik (fMRI) digunakan untuk mengamati aktivitas otak relawan yang kelebihan berat badan selama empat jam setelah makan. Periode penting ini menunjukkan pengaruh perilaku ketika makanan dimakan. Sebanyak 12 orang diberi tes dengan susu kocok dengan rasa yang sama.
"Temuan menunjukkan bahwa membatasi karbohidrat dengan indeks glikemik tinggi seperti roti putih dan kentang dapat membantu penderita obesitas mengurangi ketagihan dan mengendalikan dorongan untuk makan berlebih," ujar Kepala Peneliti David Ludwig dari Yayasan Pusat Pencegahan Obesitas di Boston, AS. Penelitian tersebut dilaporkan dalam Jurnal Nutrisi Klinik Amerika.
Sumber: Republika
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
