Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Bakamla RI dan UNODC Gelar Pelatihan VBSS di Batam, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Maritim Internasional
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Senin, 10 November 2025 16:08 WIB
BATAMTODAY.COM, Batam - Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) bekerja sama dengan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) sukses menggelar pelatihan Visit, Board, Search, and Seizure (VBSS) di Pangkalan Bakamla Batam, Kepulauan Riau, Senin (10/11/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas personel dalam menjaga keamanan dan penegakan hukum di laut.
Pelatihan yang dibuka sejak Selasa, 4 November 2025 oleh Kepala Pangkalan Bakamla Batam, Kolonel Bakamla Agus Sriyanto, merupakan wujud komitmen Bakamla RI untuk meningkatkan profesionalisme dan kesiapan operasional personel di bidang pengamanan laut nasional.
"Pelatihan ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan personel dalam melaksanakan operasi VBSS di laut. Harapannya, para peserta dapat bertugas dengan efektif, profesional, dan selalu mengutamakan keselamatan," ujar Kolonel Agus saat membuka kegiatan di Maritime Training Center Bakamla RI, Batam.
Pelatihan VBSS Tahap VII Tahun 2025 ini diikuti 16 peserta, terdiri atas 4 personel Bakamla RI dan 12 personel Vietnam Coast Guard (VCG). Kegiatan tersebut didukung oleh U.S. Department of State Bureau of International Narcotics and Law Enforcement Affairs (US-INL) serta melibatkan instruktur internasional dari UNODC, U.S. Coast Guard, dan Vietnam Coast Guard.
Adapun tim pelatih terdiri atas Mr Anthony P Wheatley (UNODC), Kyle William Flath (U.S. Coast Guard), Raul David Porras (U.S. Coast Guard), dan Tran Quang Thanh (Vietnam Coast Guard). Dari pihak Bakamla RI, turut bertugas sebagai asisten instruktur Kapten Bakamla Daniel Sibarani dan Lettu Bakamla Suci Utami.
Selama pelatihan, para peserta mendapatkan berbagai materi teknis, seperti Boarding Underway (Compliant), Extraction Drill, Ship Document Inspection, serta Introduction to Rules of Engagement (ROE). Kegiatan berlangsung aman dan tertib, mencerminkan kerja sama lintas negara yang solid.
Pelatihan ini juga menjadi sarana pertukaran pengetahuan dan pengalaman antar aparat maritim, khususnya dalam menghadapi ancaman lintas batas seperti penyelundupan, perdagangan ilegal, dan kejahatan maritim transnasional.
Kolonel Agus menegaskan, program VBSS merupakan bentuk nyata kemitraan strategis antara Bakamla RI dan mitra internasional dalam membangun interoperabilitas dan kesiapan operasional. "Melalui pelatihan ini, kita tidak hanya memperkuat kemampuan teknis, tetapi juga memperkokoh kerja sama internasional untuk menjaga laut Indonesia yang aman dan tertib," ujarnya.
Pelatihan VBSS Batam 2025 menjadi bagian dari program peningkatan kapasitas regional yang difasilitasi UNODC, dengan tujuan memperkuat kemampuan aparat maritim di kawasan Asia Tenggara dalam menegakkan hukum di laut serta menjaga stabilitas keamanan maritim secara kolektif.
Editor: Gokli
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
