Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Bandara Hang Nadim Ditutup Sementara, PT BIB Gelar Simulasi Penanganan Kecelakaan Pesawat Rajawali Air

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Selasa, 2 Desember 2025 16:28 WIB
Simulasi penanganan keadaan darurat di Bandara Hang Nadim Batam berskala besar, menjadi ajang uji kesiapsiagaan bandara tahun 2025 dengan skenario yang dibuat sedekat mungkin dengan kondisi nyata. (Aldy/BTD)
Simulasi penanganan keadaan darurat di Bandara Hang Nadim Batam berskala besar, menjadi ajang uji kesiapsiagaan bandara tahun 2025 dengan skenario yang dibuat sedekat mungkin dengan kondisi nyata. (Aldy/BTD)

BATAMTODAY.COM, Batam - Suasana Bandara Hang Nadim Batam sempat dibuat tegang ketika sebuah Airbus A320 milik Rajawali Air tampak "terbakar" di sisi runway, Selasa (2/12/2025). Aktivitas bandara bahkan dihentikan selama satu jam.

Namun insiden itu rupanya bagian dari latihan penanganan keadaan darurat yang digelar PT Bandara Internasional Batam (BIB). Simulasi berskala besar tersebut menjadi ajang uji kesiapsiagaan bandara tahun 2025 dengan skenario yang dibuat sedekat mungkin dengan kondisi nyata.

Dalam skenario, pesawat fiktif Rajawali Air rute Kamboja-Batam membawa 140 penumpang dan kru. Pesawat digambarkan mengalami gangguan pada engine nomor dua saat proses pendaratan. Cuaca buruk ditambah windshear membuat pesawat keluar landasan hingga memicu kebakaran pada mesin.

Simulasi penanganan keadaan darurat berskala besar di Bandara Hang Nadim Batam. (Aldy/BTD)

Petugas mencatat "korban" terdiri dari 116 selamat, 20 luka berat, dan 4 meninggal. Data itu membuat suasana latihan semakin terasa seperti kejadian sungguhan.

Hujan deras yang turun mendadak turut menambah tantangan bagi tim di lapangan. Meski begitu, seluruh rangkaian simulasi tetap berjalan sesuai prosedur. "Kami tidak mengharapkan hujan, tapi justru membuat latihan lebih menantang dan mendekati kondisi riil," ujar Direktur Operasi PT BIB, Anton Marthalius.

Untuk penanganan darurat, PT BIB mengerahkan tiga foam tender, satu nurse tender, tiga ambulans internal, satu unit mobil komando, serta dukungan ambulans dari 13 rumah sakit di Batam, termasuk RS Awal Bros, RSUD Embung Fatimah, RS Elisabeth, dan RS Bhayangkara.

Simulasi penanganan keadaan darurat berskala besar di Bandara Hang Nadim Batam. (Aldy/BTD)

Latihan ini merupakan kewajiban sesuai Permenhub No. 140/2015 yang mengatur pelaksanaan simulasi keadaan darurat minimal dua tahun sekali. Persiapan dilakukan selama 120 hari dan melibatkan maskapai, AirNav, ground handling, TNI, Polri, Basarnas, Pemko Batam, serta berbagai instansi terkait lainnya.

Penutupan bandara selama satu jam berdampak pada dua penerbangan, namun seluruh penundaan berjalan lancar karena sudah dikoordinasikan dan diinformasikan kepada penumpang sebelumnya.

Simulasi darurat terakhir dilaksanakan pada 2023, dan agenda berikutnya dijadwalkan pada 2027.

Editor: Gokli

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan