Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Banjir Rob Rendam Pesisir Tanjungpinang, BMKG Peringatkan Potensi Memburuk
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Sabtu, 6 Desember 2025 16:48 WIB
BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Banjir rob kembali melanda beberapa wilayah pesisir di Kota Tanjungpinang seiring meningkatnya pasang air laut, Sabtu (6/12/2025). Genangan terpantau di sejumlah kawasan padat penduduk yang berada pada elevasi rendah.
Daerah terdampak meliputi Kelurahan Senggarang, Kampung Bugis, Kampung Bulang, Tanjungpinang Kota, Sei Jang, dan Tanjung Ayun Sakti. Tinggi air berkisar 5 hingga 20 sentimeter atau setara mata kaki orang dewasa.
BMKG Tanjungpinang memperingatkan bahwa kondisi ini berpotensi memburuk dalam beberapa hari. Prakirawan BMKG, Robbi, menjelaskan bahwa banjir rob dipicu fase Perigee, ketika bulan berada pada jarak terdekat dengan bumi.
Fenomena tersebut bertepatan dengan Bulan Purnama pada 4 Desember 2025 sehingga memicu pasang maksimum air laut. "Masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti pembaruan peringatan dini banjir rob serta informasi cuaca maritim melalui kanal resmi BMKG," kata Robbi, Senin (1/12/2025).
Menurut BMKG, banjir rob berpotensi mengganggu aktivitas bongkar muat di pelabuhan, kegiatan ekonomi masyarakat pesisir, hingga operasional sektor perikanan dan tambak garam.
Sementara itu, Kepala BPBD Tanjungpinang, M Yamin, menyebutkan bahwa pasang laut diperkirakan meningkat signifikan pada periode 4 hingga 13 Desember 2025 sesuai peringatan dini BMKG. BPBD telah menyampaikan imbauan kewaspadaan kepada warga yang tinggal di kawasan pesisir.
"Masyarakat diimbau tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan saluran air, memperkokoh struktur rumah, serta mematikan listrik jika air mulai masuk ke permukiman," ujar Yamin.
Ia juga mengingatkan warga agar menyiapkan persediaan kebutuhan pokok, melarang anak-anak bermain di air pasang, mewaspadai keberadaan hewan berbisa, dan terus memantau informasi cuaca. Jika kondisi memburuk, warga diminta melakukan evakuasi mandiri atau segera menghubungi perangkat setempat maupun BPBD.
"Dengan langkah antisipatif ini, kami berharap masyarakat dapat meminimalkan risiko serta dampak banjir rob di wilayah pesisir Tanjungpinang," tutupnya.
Editor: Gokli
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
