Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Banyak Janji Tak Terealisasi, Warga Lingga Kecewa dengan Gubernur Kepri
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Rabu, 5 Desember 2018 13:16 WIB
BATAMTODAY.COM, Daiklingga - Warga di Kabupaten Lingga khususnya di Desa Pulau Medang dan Benan kecewa terhadap Gubernur Kepri, Nurdin Basirun karena dianggap tidak komitmen dengan janjinya saat berkunjung beberapa waktu lalu.
Nurdin pernah berjanji akan memberikan bantuan operasional ustad, bantuan masjid dan lainnya terhadap warga di Pulau Medang dan menjajikan bantuan uang tunai Rp10 juta terhadap warga di Desa Benan. Namun, sampai sekarang hal itu belum terealisasi. Justru janji-janji yang pernah disampaikan membuat warga kecewa.
"Kalaupun janji gubernur memberikan apresiasi terhadap apa yang telah dilakukan masyarakat Desa Benan, harusnya sekarang bantuan itu sudah diterima desa dan masyarakat setempat. Kita kecewa pak, katanya kemarin ada. Tapi sampai sekarang, kata pihak desa juga belum ada kejelasannya. Entahlah," kata salah satu warga Benan yang enggan namanya diberitakan, Rabu (4/12/2018).
Ia menilai, Gubernur terlalu berlebihan mengumbar janji kepada warga atau masyarakat hingga tak mampu menunaikannya.
Kemudian selain di Desa Benan dan Pulau Medang, Nurdin juga berjanji akan memberikan bantuan operasional mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk Satpol PP Lingga pasca peristiwa kebakaran hebat yang melanda wilayah Kampung Cina, Kelurahan Daik. Hingga satu tahun berlalu, janji itu pun belum terpenuhi.
Menurut, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Lingga, Safaruddin, Gubernur Kepri terlalu berlebihan memberikan janji kepada warga. Contoh beberapa janji yang pernah dilontarkan banyak yang belum ditepati sehingga menjadi pertanyaan masyarakat.
"Saya meminta Gubernur jangan mudah berjanji. Kalau turun ke Kabupaten Lingga hanya sekedar mencari elektabilitas politik, mending tidak usah turun. Masyarakat bukan butuh pencitraan melainkan pembuktian. Sekarang masyarakat berharap dengan janji-janji itu," tuturnya.
Seharusnya orang nomor satu di pemerintah daerah tingkat satu, jika turun ke desa-desa membawa dampak perubahan, bukan menimbulkan tanya bahkan kontoversi di tengah kalangan masyarakat.
"kalau mengiyakan semua permintaan masyarakat, tapi harus tampak bagaimana memenuhinya. Sekarang masyarakat kami terus bertanya, kapan-kapan. Kita sebagai pimpinan Kecamatan bisa berbuat apa, Gubernur sendiri terkesan tidak komitmen," kata pria yang baru saja diangkat menjadi Camat untuk kecamatan Katang Bidare ini lagi.
Editor: Yudha
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
