Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Batam Darurat Sampah, Pemko Libatkan APH dan Forkopimda Bahas Solusi Cepat

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Rabu, 19 November 2025 09:48 WIB
Wali Kota Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra menggelar rapat koordinasi darurat penanganan persampahan, Senin (17/11/2025) malam, di Aula Engku Hamidah. (Aldy/BTD)
Wali Kota Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra menggelar rapat koordinasi darurat penanganan persampahan, Senin (17/11/2025) malam, di Aula Engku Hamidah. (Aldy/BTD)

BATAMTODAY.COM, Batam - Kondisi persampahan di Kota Batam makin memicu keprihatinan. Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah titik di pinggir jalan raya tampak seperti Tempat Pembuangan Akhir (TPA) baru. Tumpukan sampah rumah tangga hingga limbah berukuran besar terlihat berserakan tanpa penanganan.

Situasi ini membuat Pemerintah Kota Batam turun tangan cepat. Pemko langsung menggandeng aparat penegak hukum (APH) serta jajaran Forkopimda untuk menyusun langkah darurat agar masalah tidak semakin melebar.

Data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mencatat timbulan sampah Batam kini mencapai 1.185,94 ton per hari atau setara 432 ribu ton per tahun. Ledakan volume ini diperparah kondisi armada yang sudah tidak layak pakai, keterbatasan Tempat Penampungan Sementara (TPS), dan kapasitas TPA yang makin menipis.

Meski pengangkutan dilakukan dua shift penuh selama 24 jam, tetap ada wilayah yang mengalami keterlambatan sehingga memicu tumpukan liar.

Pemko Batam telah membentuk UPTD Pengelolaan Sampah di tiga zona teknis dan tengah menyiapkan pembangunan TPS baru lengkap dengan incinerator. Tahun 2026 diperkirakan menjadi momentum penting, karena penambahan armada sudah menjadi kebutuhan mendesak. Saat ini, sejumlah dump truck dan kompaktor DLH sudah memasuki masa pakai kritis.

Aksi gotong royong massal memang digelar di 12 kecamatan hingga wilayah hinterland, tetapi akar persoalan tetap berada pada sistem pengelolaan yang belum kuat dari hulu ke hilir. Tanpa pembenahan, tumpukan sampah akan terus muncul dan mencoreng wajah Batam sebagai kota yang sedang membangun citra metropolitan.

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Gelar Rapat Darurat

Melihat kondisi yang makin tidak terkendali, Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra menggelar rapat koordinasi darurat penanganan persampahan, Senin (17/11/2025) malam, di Aula Engku Hamidah.

Amsakar menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa ditangani secara rutinitas biasa. Ia bahkan menyebut isu ini sudah menjadi bahan pembicaraan warga siang dan malam.

"Ini situasi serius. Kita tidak boleh santai. Semua harus bergerak pada ritme yang sama," tegas Amsakar.

Camat dan lurah diminta memperkuat pendataan, penganggaran, hingga pengawasan lapangan. Menurutnya, persoalan sampah wajib ditangani secara menyeluruh dan terintegrasi.

Nada tegas juga disampaikan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra. Ia menginstruksikan seluruh jajaran agar langsung menindaklanjuti kebijakan yang diputuskan.

Besok sudah mulai dieksekusi. Jangan menunda. Kita harus bergerak cepat," ujarnya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan Setdako Batam sekaligus Ketua Task Force, Yusfa Hendri, memaparkan beberapa langkah darurat yang tengah diprioritaskan:

  • Penguatan UPTD di tiga wilayah teknis
  • Pembangunan tiga TPS baru berikut incinerator
  • Pengangkutan sampah dua shift tanpa henti
  • Pemanfaatan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk kebutuhan mendesak

Camat diminta memetakan kebutuhan armada dan sarana prasarana serta menyiapkan lokasi TPS yang bisa difungsikan secepatnya. "Kita ingin penanganan ini berjalan cepat, terukur, dan efektif," kata Yusfa.

Rapat darurat ini pun menjadi sorotan publik. Sebagian warga menaruh harapan, sebagian lain meragukan implementasinya.

Dodi, warga Batam Center, menilai darurat sampah sudah berlangsung berbulan-bulan. Ia menyebut masyarakat sering mendengar ketegasan pemerintah soal sampah, tetapi pengangkutan di lapangan tetap lambat.

"Kalau ada warga buang sampah di pinggir jalan, bisa jadi karena sudah penuh di lingkungan mereka tapi tak kunjung diangkut," ungkapnya.

Dengan kondisi sampah mulai menguasai bahu jalan dan titik-titik vital kota, masyarakat kini menunggu langkah nyata Pemko Batam. Rapat sudah digelar, instruksi sudah diberikan. Tinggal satu yang dinantikan: eksekusi cepat dan tanpa kompromi sebelum Batam benar-benar tenggelam oleh sampahnya sendiri.

Editor: Gokli

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan