Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Batam Didorong Jadi Simpul Strategis AI Nasional, Komdigi Siapkan AI Talent Factory
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Jumat, 11 Juli 2025 14:28 WIB
BATAMTODAY.COM, Batam - Pemerintah semakin serius memacu daya saing Indonesia di industri kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dengan memperkuat pusat-pusat strategis di kawasan industri.
Kota Batam kini menjadi salah satu fokus utama dalam pembangunan ekosistem AI nasional, mengingat posisinya yang kuat sebagai pusat industri teknologi dan manufaktur.
"Batam kita tahu salah satu kawasan industri yang berada di garda terdepan, menjadi flagship buat bangsa kita dalam memproduksi sejumlah devices, jasa, dan pendapatan industri telekomunikasi," ujar Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, saat berbicara dalam forum Focus Group Discussion (FGD) bersama pelaku industri dan akademisi yang digelar Kementerian Perindustrian di Marriott Hotel Harbour Bay, Batam, Kamis (10/07/2025).
Nezar menilai FGD ini sebagai momentum penting untuk menyusun arah masa depan industri AI nasional serta membangun kolaborasi lintas sektor yang lebih nyata. Ia mengungkapkan bahwa potensi ekonomi digital ASEAN pada 2027 diperkirakan mencapai USD120 miliar, dengan Indonesia berkontribusi sekitar 40 persen.
"Indonesia dengan populasi besar memiliki potensi untuk menjadi pemain utama di bidang industri artificial intelligence. Kawasan ASEAN ini cukup potensial untuk menjadi kekuatan AI global," tuturnya.
Meski peluangnya besar, Nezar mengingatkan bahwa Indonesia masih harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kesiapan infrastruktur digital hingga penguatan kualitas sumber daya manusia dan dukungan riset. "Konektivitas kita sudah mencakup 97 persen wilayah, tetapi kualitas layanan masih perlu ditingkatkan. Malaysia misalnya sudah mencapai 80 persen untuk 5G, sementara kita masih di bawah 5 persen," jelasnya.
Sebagai langkah nyata, Kementerian Komdigi tengah mempersiapkan program AI Talent Factory, yang akan melibatkan kerja sama pemerintah, perguruan tinggi, sektor industri, serta lembaga riset. Program ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas SDM digital sekaligus membangun klaster komputasi AI yang tangguh dan berkelanjutan.
"Kami dari Kementerian Komunikasi dan Digital bersama dengan Kementerian Perindustrian akan meningkatkan kolaborasi dan sinergi dengan ekosistem," tandas Nezar.
FGD di Batam ini turut dihadiri Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza serta sejumlah perwakilan industri dan kalangan akademisi, yang bersama-sama mendiskusikan langkah strategis mewujudkan Batam sebagai simpul penting ekosistem AI nasional.
Editor: Gokli
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
