Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Begini Kronologi Terbakarnya Kapal Roro KM Paray

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Kamis, 31 Mei 2018 13:52 WIB
Kapal Roro, KM Paray melayani rute lokal Jagoh - Penarik terbakar pada Rabu (30/5/2018) sekitar pukul 18.05 WIB. (Foto: Bayu Yiyandi)
Kapal Roro, KM Paray melayani rute lokal Jagoh - Penarik terbakar pada Rabu (30/5/2018) sekitar pukul 18.05 WIB. (Foto: Bayu Yiyandi)

BATAMTODAY.COM, Daiklingga - Kapal Roro atau kapal motor penyeberangan (KMP) Paray yang terbakar pada Rabu (30/5/2018) sekitar pukul 18.05 di pelabuhan Jagoh sudah berhasil dipadamkan oleh sejumlah warga dan beberapa awak kapal.

Mereka berhasil memadamkan api tersebut sekitar pukul 18:30 WIB dengan menggunakan alat pemadam api dan dibantu dengan pemadaman dari kapal KMP Sembilang (Roro rute Batam - Lingga).

Menurut Nakhoda Kapal, Agus Suryono terbakarnya KMP Paray bermula saat dirinya dan beberapa ABK sedang memperbaiki dinamo mesin di kapal.

Saat perbaikan berlangsung, tiba-tiba muncul percikan api dari lantai kedua dek kapal yang merupakan bagian kursi penumpang. Api pun mengenai atap kapal yang berbahan fiber, kursi, lemari dan Lifejacket yang ada di dalam nya. Dalam waktu singkat, api pun membakar semuanya.

"Cepat sekali api membakar, mungkin mengenai fiber dan menjalar ke bagian lain. Tapi sampai saat ini kami belum mengetahui apa penyebab pastinya," kata Suryono.

Ia mengaku, sebelum terbakar seluruh muatan kapal yang terdiri dari kendaraan bermotor dan penumpang sudah terlebih dahulu diturunkan. Karena kapal tiba dan bersandar di Pelabuhan ASDP Jagoh sekitar pukul 17.00 WIB setelah melayani rute Penarik-Jagoh.

"Setelah turun penumpang dan kendaraan itulah baru kita memperbaiki dinamo di kapal di pelabuhan fery jagoh. Tapi Alhamdulillah api telah berhasil dipadamkan. Untuk korban tidak ada, sementara untuk kerugian masih belum kita hitung," tuturnya.

Saat ini kondisi Kapal KMP Paray sudah disterilkan dan hanya mengalami kerusakan dibagian atas (ruang penumpang), sedangkan mesin kapal diketahui masih bisa beroperasi dan bisa dijalankan.

Editor: Yudha

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan