Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Begini Strategi BP Batam Kembangkan Nagoya Heritage dan New Nagoya sebagai Kawasan Pariwisata Baru

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Sabtu, 3 Januari 2026 10:28 WIB
Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto. (Foto: Aldy Daeng/Batamtoday)
Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto. (Foto: Aldy Daeng/Batamtoday)

BATAMTODAY.COM, Batam - Badan Pengusahaan (BP) Batam menyiapkan strategi bertahap dalam mengembangkan kawasan Nagoya Heritage dan New Nagoya sebagai bagian dari Wilayah Pengembangan Pariwisata (WPP).

Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi destinasi wisata baru berkonsep walkable city yang ramah pejalan kaki sekaligus mampu menggerakkan perekonomian lokal, terutama sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, mengatakan pengembangan kawasan akan diawali dengan strategi crowd gather atau menarik keramaian, sebelum dilakukan pembenahan fisik secara bertahap dan berkelanjutan.

"Pada tahap awal, kami fokus menghidupkan kawasan agar ramai dikunjungi. Ketika aktivitas ekonomi dan pariwisata sudah terbentuk, pembenahan fisik akan dilakukan secara bertahap," ujar Mouris saat melakukan peninjauan bersama para pemangku kepentingan di kawasan Harbourbay, Jumat (2/1/2026) sore.

Sebagai bagian dari upaya penguatan UMKM, BP Batam juga menggandeng Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai mitra strategis. Salah satu konsep yang ditawarkan adalah pembentukan "Kampung BRI" di kawasan pedagang kaki lima (PKL) yang diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

"Kami menawarkan kepada BRI kemungkinan membentuk Kampung BRI, mulai dari penataan kios, penyediaan pembiayaan dengan skema terjangkau bagi UMKM, hingga pengelolaan kawasan seperti kebersihan, keamanan, dan fasilitas umum," jelas Mouris.

Ia menambahkan, kerja sama tersebut saat ini masih dalam tahap pembahasan dan perumusan konsep. Meski demikian, BRI disebut telah merespons positif dengan melakukan peninjauan langsung ke lapangan untuk melihat potensi kawasan yang akan dikembangkan.

Dalam waktu dekat, BP Batam juga akan memanfaatkan momentum besar seperti perayaan Imlek dan Idulfitri untuk menghidupkan aktivitas ekonomi dan pariwisata di sepanjang kawasan Nagoya Heritage dan sekitarnya. "Kita ramaikan dulu kawasannya. Orang datang untuk kuliner, berbelanja, dan menikmati suasana. Setelah kawasan hidup, pembenahan fisik dilakukan secara bertahap," katanya.

Mouris menilai, ketika arus kunjungan mulai terbentuk, roda perekonomian akan bergerak secara alami. Pelaku usaha di kawasan tersebut diharapkan terdorong untuk berinovasi dan mempercantik usahanya seiring meningkatnya jumlah pengunjung.

Terkait keberadaan PKL yang telah lama beraktivitas di kawasan itu, Mouris menegaskan BP Batam tidak melakukan penertiban, melainkan penataan secara humanis. Koordinasi juga telah dilakukan bersama Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) untuk proses pendataan dan pengelolaan kawasan.

"Bukan ditertibkan, tetapi ditata. Termasuk kawasan Tanjung Pantun, semuanya akan ditata, termasuk penerapan sistem pembayaran digital yang saat ini masih banyak dilakukan secara manual," tegasnya.

Selain menghidupkan aktivitas ekonomi, BP Batam juga mulai melakukan survei lapangan bersama para pemangku kepentingan untuk memetakan berbagai persoalan teknis, mulai dari kualitas jalur pedestrian, sistem drainase, fasilitas penyeberangan, hingga aspek kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki.

"Survei ini bertujuan untuk menangkap langsung persoalan di lapangan. Seluruhnya akan kami kerjakan bersama sesuai peran masing-masing," pungkas Mouris.

Editor: Gokli

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan