Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Berharap Hubungan Makin Harmonis, Tokoh Masyarakat Temui Pimpinan Pertamina Tanjunguban
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Senin, 27 Oktober 2025 11:08 WIB
BATAMTODAY.COM, Bintan - Sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda Bintan Utara bertemu dengan pimpinan Pertamina Tanjunguban untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dinilai berdampak terhadap warga sekitar.
Pertemuan yang berlangsung belum lama ini diharapkan dapat memperkuat hubungan dan kolaborasi antara perusahaan energi pelat merah itu dengan masyarakat setempat.
Tokoh masyarakat Bintan Utara, Syamsudin AT, mengungkapkan bahwa dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai isu yang menjadi perhatian publik, mulai dari penanganan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), penyerapan tenaga kerja lokal, hingga komitmen sosial Pertamina terhadap masyarakat sekitar.
"Sejumlah permasalahan yang muncul dan berdampak pada warga sudah coba kami sampaikan, termasuk persoalan limbah B3, rekrutmen tenaga kerja, serta bentuk kepedulian sosial dari pihak Pertamina," ujar Syamsudin kepada BATAMTODAY, Senin (27/10/2025).
Syamsudin menuturkan, pihak pimpinan dan manajemen Pertamina Tanjunguban menerima aspirasi masyarakat dengan terbuka dan mendengarkan secara langsung setiap masukan yang disampaikan oleh para tokoh dan perwakilan pemuda yang hadir.
Sorotan Utama: Limbah B3 dan Penyerapan Tenaga Kerja
Salah satu isu yang paling banyak disorot dalam pertemuan tersebut adalah pengangkutan limbah B3 yang dinilai menimbulkan keresahan warga. Pasalnya, aktivitas itu dilakukan melalui Pelabuhan Kota Sagara, yang berstatus sebagai pelabuhan pengumpan lokal, serta melewati wilayah padat penduduk, padahal Pertamina Tanjunguban memiliki dermaga terminal khusus (tersus) sendiri.
"Hal ini menjadi pertanyaan masyarakat, karena mestinya pengangkutan limbah berbahaya dilakukan lewat fasilitas tersendiri yang lebih aman dan sesuai ketentuan," jelas Syamsudin.
Selain itu, para tokoh juga menyoroti minimnya keterlibatan tenaga kerja lokal, terutama dalam kategori pekerja kasar non-skill, yang justru banyak didatangkan dari luar daerah. Masyarakat berharap agar Pertamina lebih memprioritaskan warga sekitar dalam proses perekrutan tenaga kerja.
Kritik atas Minimnya Informasi dan Kepedulian Sosial
Dari sisi lain, perwakilan pemuda yang hadir turut mempertanyakan pengelolaan limbah B3 dan lahan yang terkontaminasi, serta minimnya transparansi informasi dari pihak Pertamina kepada masyarakat sekitar. "Selama sekitar tujuh tahun terakhir, informasi tentang program sosial atau kepedulian lingkungan dari Pertamina hampir tidak terdengar. Padahal, perusahaan ini menghasilkan limbah dari waktu ke waktu," ungkap salah satu tokoh pemuda.
Ia menambahkan, dampak pencemaran memang tidak langsung terlihat, namun potensi risiko terhadap lingkungan, air, udara, dan kesehatan masyarakat sekitar tetap tinggi dan perlu mendapat perhatian serius.
Meski banyak kritik dan masukan, masyarakat mengapresiasi sikap terbuka pimpinan Pertamina Tanjunguban yang telah bersedia berdialog dan mendengarkan aspirasi warga. "Semua hal sudah kami sampaikan. Kami berharap ke depan hubungan dengan masyarakat bisa lebih harmonis dan Pertamina dapat memberikan kontribusi nyata melalui program kepedulian sosial," tutup Syamsudin.
Editor: Gokli
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
