Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Bintan Raih Gelar Daerah Perbatasan Terinovatif Nasional Enam Tahun Beruntun, Catatkan Double Hattrick di IGA 2025

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Rabu, 10 Desember 2025 14:48 WIB
Bupati Bintan, Roby Kurniawan, menerima penghargaan sebagai Daerah Perbatasan Terinovatif dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2025 Kementerian Dalam Negeri di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta Pusat, Rabu (10/12/2025). (Foto: Istimewa)
Bupati Bintan, Roby Kurniawan, menerima penghargaan sebagai Daerah Perbatasan Terinovatif dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2025 Kementerian Dalam Negeri di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta Pusat, Rabu (10/12/2025). (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Kabupaten Bintan kembali menorehkan prestasi nasional. Untuk keenam kalinya berturut-turut sejak 2020, daerah yang dipimpin Bupati Roby Kurniawan itu meraih penghargaan sebagai Daerah Perbatasan Terinovatif dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2025 Kementerian Dalam Negeri. Capaian ini sekaligus menjadi kado spesial pada Hari Jadi ke-77 Kabupaten Bintan.

Bupati Bintan, Roby Kurniawan, mengatakan bahwa prestasi ini merupakan hasil semangat inovasi yang tumbuh di seluruh jajaran pemerintah daerah, mulai dari OPD hingga kecamatan dan kelurahan/desa. "Alhamdulillah, ini hasil kolaborasi semuanya. Penghargaan ini untuk masyarakat Bintan dan menjadi kado indah sempena Hari Jadi ke-77. Semua inovasi, program, dan kebijakan akan terus kita lanjutkan dan kembangkan," ujar Roby usai menerima penghargaan di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta Pusat, Rabu (10/12/2025).

IGA 2025 juga menempatkan Roby sebagai kepala daerah termuda yang berhasil membawa Bumi Segantang Lada mempertahankan gelar bergengsi tersebut.

Transformasi Digital Pajak Daerah: Efisiensi Naik, Tunggakan Turun

Pada forum IGA 2025, Roby memaparkan transformasi digital melalui aplikasi LAPAK BUNGA yang terintegrasi dengan SIMPAD dan portal Bapenda Bintan. Layanan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2) kini sepenuhnya berbasis daring.

Sistem ini terbukti meningkatkan efisiensi pelayanan publik hingga 70 persen, menaikkan kepatuhan wajib pajak sekitar 65 persen, serta menurunkan tunggakan hingga 40 persen. Realisasi penerimaan PBB pun meningkat 20-25 persen per tahun, sementara 95 persen administrasi telah berjalan paperless sesuai konsep green government.

Layanan Antar Pasien RSUD Bintan Sentuh 500 Warga Kurang Mampu

Terobosan lain yang mendapat apresiasi tinggi adalah program Layanan Antar Pasien Pasca Rawat Inap di RSUD Kabupaten Bintan. Sejak diluncurkan, program ini telah melayani lebih dari 500 pasien hingga November 2025.

"Warga kurang mampu dalam DTKS desil 1-2 mendapat layanan antar gratis ke rumah. Program ini sangat membantu mengurangi beban transportasi usai perawatan," terang Roby.

Program ini turut meningkatkan kepuasan pasien hingga 90 persen dan mendorong naiknya akreditasi RSUD Bintan dari status Perdana menjadi Paripurna berkat pelayanan humanis yang diberikan.

Penguatan Tata Kelola Inovasi dan Dukungan Anggaran

Pemkab Bintan juga membentuk Tim Pembina Inovasi Daerah (TPID) yang melibatkan lintas perangkat daerah, termasuk Bapperida, Inspektorat, Diskominfo, Dinas PMD, Bagian Hukum, Kanwil Kemenkumham, hingga STISIPOL Raja Haji.

Lebih dari 80 persen perangkat daerah terlibat aktif, didukung anggaran pembinaan inovasi sebesar Rp 1,68 miliar melalui program GALANOVA Award. Sejak 2020, Bintan menjadi rujukan inovasi bagi delapan daerah di Indonesia, seperti Karimun, Tanjungpinang, Bengkalis, Pelalawan, Labuhan Batu Utara, Lingga, TP-PKK Sulsel, dan Sumbawa.

Inovasi yang dijalankan berdampak besar terhadap efisiensi birokrasi --meningkat hingga 60 persen-- serta partisipasi masyarakat dalam layanan digital yang menembus 75 persen.

Bupati Roby menegaskan bahwa inovasi kini telah menjadi budaya kerja di Pemkab Bintan. "Enam tahun berturut-turut Bintan menjadi Daerah Perbatasan Terinovatif Nasional. Tantangannya adalah mempertahankan prestasi dengan terus berinovasi, bukan demi lomba, tetapi untuk pelayanan publik yang lebih baik," tegasnya.

Sebagai bupati termuda di Kepri, Roby menutup dengan menegaskan bahwa pemerintah daerah harus hadir sebagai pemberi layanan terbaik, sejalan dengan pesan Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus kepada seluruh penerima IGA 2025.

Editor: Gokli

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan