Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

BMKG Kembangkan Sistem Peringatan Dini Menuju Indonesia Tangguh

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Selasa, 22 Juli 2025 09:08 WIB
Ilustrasi. (Foto: istimewa)
Ilustrasi. (Foto: istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Dalam rangka memperingati Hari Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Nasional (HMKGN) ke-78, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dalam sistem peringatan dini guna memperkuat ketahanan bangsa terhadap risiko bencana dan perubahan iklim, sebagai bagian dari strategi menuju Indonesia Emas 2045.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyampaikan, tantangan iklim dan meningkatnya frekuensi bencana bukan alasan untuk menyerah.

Justru, dalam situasi rawan tersebut, terbuka peluang besar untuk memperkuat ketahanan nasional dan mempercepat pembangunan yang berkelanjutan.

"Bencana memang sering terjadi, tetapi hanya dalam persentase waktu yang kecil. Sisanya, Indonesia dianugerahi alam yang luar biasa. Maka, masih banyak ruang bagi kita untuk membangun dan tumbuh," ujar Dwikorita dalam sambutannya di Jakarta, Senin (21/7/2025).

Dwikorita menekankan pentingnya pengelolaan lingkungan yang berbasis ilmu pengetahuan dan kolaborasi lintas sektor agar Indonesia tidak hanya tahan terhadap krisis, tetapi juga unggul dalam menghadapi masa depan.

Salah satu inovasi penting BMKG adalah pengembangan Earthquake Early Warning System (EEWS), sistem peringatan dini gempa berbasis hitung mundur.

Teknologi ini sedang diuji coba di empat provinsi: DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Lampung. EEWS mampu mendeteksi gelombang awal gempa sebelum getaran besar terasa, memberikan jeda 5-10 detik yang sangat krusial untuk evakuasi.

"Sistem ini bisa menyelamatkan banyak nyawa, terutama di sekolah, rumah sakit, stasiun, dan tempat ramai lainnya. Lima detik pun sangat menentukan," jelas Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono.

Tak hanya untuk gempa, BMKG juga memperkuat teknologi pemantauan cuaca dan iklim. Meteorology Early Warning System (MEWS) kini mampu memberikan prakiraan cuaca harian hingga 10 hari ke depan secara lebih terperinci hingga ke tingkat kecamatan dan kelurahan.

Sementara itu, Climate Early Warning System (CEWS) menyediakan prediksi iklim jangka menengah dan panjang yang sangat bermanfaat bagi sektor pertanian, perikanan, energi, dan pengelolaan air.

"Dengan teknologi ini, petani dan nelayan bisa lebih tepat menentukan waktu tanam dan melaut. Di beberapa daerah, hasil panen bahkan meningkat," tutur Ardhasena Sopaheluwakan, Deputi Klimatologi BMKG.

Selain aspek teknologi, BMKG juga mendorong penguatan literasi dan kesiapsiagaan masyarakat melalui program edukatif seperti Sekolah Lapang Iklim (SLI), MOSAIC, dan BMKG Goes to School, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah dan komunitas.

Mengusung tema 'Peringatan Dini untuk Semua, Aksi Dini oleh Semua,' peringatan HMKGN tahun ini menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen bangsa dalam menghadapi tantangan iklim dan bencana secara kolektif.

"Transformasi BMKG bukan hanya soal digitalisasi. Yang terpenting adalah menciptakan sistem yang memungkinkan semua pihak bertindak sebelum bencana terjadi. Itulah fondasi kita menuju Indonesia Emas 2045," tutup Dwikorita.

Editor: Surya

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan