Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

BMKG Tegaskan Pesan Berantai Terkait Air Garam dalam Baskom Bisa Turun Hujan Hoax

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Senin, 16 September 2019 10:42 WIB
Kepala BMKG Dabo Singkep,  Sahad Mauli Pasaribu. (Foto: Wandy)
Kepala BMKG Dabo Singkep, Sahad Mauli Pasaribu. (Foto: Wandy)

BATAMTODAY.COM, Lingga - Beredarnya sebuah pesan yang disebar pesan berantai di grup WhatsApp, mendapat tanggapan dari BMKG Dabo Singkep.

Pesan berantai tersebut berisi, Darurat Kemarau Panjang!! Sediakan baskom air yang dicampur garam dan diletakkan di luar rumah, biarkan menguap, jam penguapan air yang baik adalah sekitar pukul 11.00 - 13.00 WIB, dengan makin banyak uap air di udara semakin mempercepat kondensasi menjadi butir air pada suhu yang makin dingin di udara.

Dengan cara sederhana ini diharapkan hujan makin cepat turun, semakin banyak warga yang melakukan ini di masing-masing rumah, ratusan ribu rumah maka akan menciptakan jutaan kubik uap air di udara.

Lakukan ini satu rumah cukup satu ember air garam, Sabtu pukul 10 pagi serempak..
Mari kita sama-sama berusaha untuk menghadapi kemarau kian parah ini..
Mohon diteruskan..kesemua group Terima kasih.

Menanggapi pesan tersebut Kepala BMKG Dabo Sahad Mauli Pasaribu menegaskan bahwa informasi yang beredar mengenai air garam dalam baskom dapat menciptakan hujan adalah hoax.

"Pesan itu, Hoax. Sebab berdasarkan sisi keilmuan memunculkan hujan buatan menggunakan air garam yang dijemur itu tidak mendasar," kata Sahad, Senin (16/9/2019).

Sahad menjelaskan, terjadinya hujan itu berdasarkan hasil penguapan dari sungai dan laut. Lalu naik keatas kemudian bertumpuk dan berkumpul diatas berbentuk atmosfer nantinya berbentuk awan-awan ketika bobotnya makin berat maka terjadilah hujan.

"Posisi matahari sekarang di utara dan masih hangat, sehingga angin masih bergerak dari selatan. di mana angin selatan atau tenggara cenderung lebih kering serta sulit terjadi hujan," jelasnya.

Diprediksi intensitas hujan untuk Kabupaten Lingga akan terjadi pada akhir September 2019. Dan dalam minggu-minggu ini dipastikan tidak turun hujan, istilahnya periode karing. "November mendatang baru terjadi puncak kedua intensitas yang tinggi," terangnya.

Editor: Gokli

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan