Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
BNPP RI Kunjungi Bintan, Fokus pada Edukasi Nelayan dan Penguatan Pengawasan Wilayah Perbatasan
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Selasa, 20 Mei 2025 11:48 WIB
BATAMTODAY.COM, Bintan - Pemerintah Kabupaten Bintan menyambut kunjungan kerja Asisten Deputi Pengelolaan Batas Negara Wilayah Laut dan Udara (Asdep Taslaud) Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI, Siti Metrianda Akuan, beserta tim.
Kunjungan ini dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat, terutama dalam pengelolaan wilayah perbatasan laut.
Wakil Bupati Bintan, Deby Maryanti, menyatakan kunjungan tersebut merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah pusat terhadap persoalan perbatasan yang dihadapi daerah, khususnya para nelayan lokal. Ia berharap kerja sama ini dapat memperkuat komunikasi dan solusi atas isu-isu strategis di wilayah pesisir.
"Pemkab Bintan sangat berharap kunjungan ini dapat mempermudah koordinasi terkait berbagai permasalahan perbatasan laut, khususnya yang kerap dialami para nelayan," ujar Deby usai Rapat Koordinasi di Kantor Bapperida Bintan, Senin (19/5/2025).
Deby menegaskan, Bintan merupakan wilayah strategis yang berbatasan langsung dengan negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Saat ini terdapat empat kawasan prioritas perbatasan, yaitu Kecamatan Bintan Utara, Teluk Sebong, Gunung Kijang, dan Bintan Pesisir.
Sementara itu, Siti Metrianda menyampaikan bahwa salah satu fokus utama BNPP RI dalam kunjungan ini adalah memberdayakan masyarakat nelayan di wilayah perbatasan dan pulau-pulau kecil terluar (PPKT), terutama terkait edukasi batas maritim.
"Banyak nelayan belum memahami batas wilayah laut, sehingga berisiko melakukan pelanggaran teritorial. Oleh karena itu, edukasi menjadi langkah penting untuk mencegah pelanggaran batas negara," jelas Siti.
Ia menambahkan bahwa Provinsi Kepulauan Riau, termasuk Bintan, mendapat perhatian khusus karena letaknya yang berbatasan langsung dengan negara lain. Menurutnya, pemahaman nelayan terhadap hukum dan batas wilayah sangat penting dalam menjaga kedaulatan negara.
Selama empat hari ke depan, BNPP RI akan menjalankan sejumlah agenda, termasuk pelatihan keterampilan penggunaan alat navigasi laut, penguatan peran aparatur daerah dalam pengawasan batas negara, serta identifikasi Pilar Titik Referensi (PTR) di wilayah perbatasan.
Siti juga mengungkapkan bahwa pihaknya akan memprioritaskan pembangunan kembali PTR di Pulau Berakit yang hilang akibat abrasi, serta pencarian tanda batas negara di Pulau Sentut, Desa Mapur, Kecamatan Bintan Pesisir.
Melalui sinergi pusat dan daerah, kunjungan ini diharapkan memperkuat pengelolaan perbatasan, meningkatkan kapasitas nelayan, dan memperjelas batas wilayah Indonesia dalam rangka menjaga kedaulatan negara secara menyeluruh.
Editor: Gokli
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
