Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Buka ST MPR, Muzani Ajak Renungkan Perjalanan Bangsa, Nasionalisme Jangan Hanya Slogan

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Jumat, 15 Agustus 2025 12:48 WIB
Ketua MPR Ahmad Muzani menyambut Presiden Prabowo Subianto di ST MPR, Senayan, Jakarta (15/8/2025) (Foto: Istimewa)
Ketua MPR Ahmad Muzani menyambut Presiden Prabowo Subianto di ST MPR, Senayan, Jakarta (15/8/2025) (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta-Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Ahmad Muzani menyampaikan pidato pengantar Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2025 di Gedung MPR RI/DPR RI/DPD RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025).

Dalam pidatonya, Muzani mengungkapkan, pada hari Minggu tanggal 17 Agustus, seluruh bangsa Indonesia akan merayakan kemerdekaan ke-80.

"Kita akan kembali mengibarkan Sang Saka Merah Putih dengan penuh haru dan hormat di seluruh penjuru Tanah Air. Namun tahun ini peringatan ini berbeda dan lebih istimewa. Kita akan memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80- sebuah angka yang bukan hanya besar secara matematis, tetapi juga monumental dari segi sejarah," kata Muzani.

Sejak delapan dekade lalu, saat proklamasi Kemerdekaan dikumandangkan Soekarno Hatta atas nama Bangsa Indonesia.

"Maka Ini adalah sebuah deklarasi tegas bahwa bangsa Indonesia ingin berdiri di atas kaki sendiri dengan harga diri dan kemanusiaan yang utuh," katanya.

Momen peringatan kemerdekaan, lanjutnya, bukan hanya tentang merayakan masa lalu, tetapi juga tentang merenungkan perjalanan bangsa kita dari masa ke masa serta menetapkan langkah-langkah baru untuk masa depan yang lebih gemilang.

Menurut dia, nasionalisme bukan hanya slogan. "Bung Karno pernah mengingatkan:"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya," ujarnya.

Namun ia menekankan, bahwa penghormatan itu bukan semata dalam bentuk monumen dan upacara, tapi melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa.

"Kemerdekaan itu bukan pencapaian akhir, melainkan pintu menuju kerja keras dan pembaharuan tiada henti. Itulah yang diingatkan Bung hatta tentang kemerdekaan kita," katanya

Dalam kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto di tahun pertama ini, Muzani menyaksikan tekad yang kuat untuk mengamalkan spirit pesan tersebut.

Yaitu ingin menjadikan Indonesia negara besar dan kuat yang bukan hanya sanggup bertahan, tetapi kompetitif dan berdaulat di pentas dunia.

Arah pembangunan kembali diletakkan pada kemandirian pangan, ketahanan energi, pertahanan nasional, dan keunggulan teknologi.

Program-program hilirisasi, pembangunan wilayah perbatasan, digitalisasi pelayanan publik, serta penguatan UMKM menjadi motor penting untuk menciptakan ekonomi yang inklusif dan tangguh dalam menghadapi ketidakpastian global.

"Kita patut bersyukur atas pencapaian Pemerintah yang layak dicatat dan mulai dirasakan manfaatnya," jelas Muzani.

Makan Bergizi Gratis, lanjut dia, program ini bukan sekadar memberi makan, tetapi sebuah investasi besar bagi masa depan bangsa.

"Kita tahu, gizi buruk dan stunting adalah tantangan serius. Melalui program ini, Pemerintah memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan akses pada makanan bergizi, sehingga mereka bisa tumbuh sehat, kuat, dan cerdas. Lebih daripada itu, program ini telah menjadi penggerak ekonomi lokal dan instrumen pemerataan ekonomi," tegasnya.

Editor: Surya

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan