Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Camat Sekupang Sebut Penumpukan Sampah di Jalan Diponegoro Dipicu Delay Pengangkutan
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Kamis, 20 November 2025 13:28 WIB
BATAMTODAY.COM, Batam - Tumpukan sampah mengular hampir satu kilometer di sepanjang Jalan Diponegoro, Sekupang, tak jauh dari kawasan wisata Puncak Beliung. Sampah yang meluber hingga ke badan jalan itu menimbulkan keresahan warga dan mengganggu kelancaran lalu lintas.
Camat Sekupang, Ersan, membenarkan penumpukan itu terjadi di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Beliung yang dalam beberapa hari terakhir tidak mampu menampung lonjakan sampah rumah tangga. Ia menyebut keterlambatan pengangkutan menjadi salah satu pemicunya.
"Memang terjadi delayed pengangkutan. Warga komplain, jadi kami optimalkan pengangkutan sampai empat kali dalam sehari untuk menyelesaikan sampah rumah tangga," kata Ersan, Rabu (19/11/2025).
Setelah rapat bersama pimpinan, pihak kecamatan memutuskan menurunkan alat berat untuk mempercepat pemindahan sampah dari TPS ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Punggur. Dalam jangka menengah, TPS Beliung juga direncanakan ditutup, sementara dua lokasi TPS baru telah diusulkan ke BP Batam.
Ersan menjelaskan, persoalan ini dipicu oleh kekurangan armada angkut, minimnya tenaga lapangan, serta antrean panjang truk di TPA. "Waktu antre di TPA bisa sampai tujuh jam. Ini membuat sampah di TPS menumpuk karena truk harus menunggu lama," ujarnya.
Ia menambahkan, jumlah TPS di Sekupang sebelumnya empat titik. Namun TPS dekat SMAN 1 telah ditutup sehingga seluruh beban pengangkutan dialihkan ke TPS Beliung. "Karena SMAN 1 kami tutup, sampah dialihkan ke Beliung. Akhirnya penumpukan terjadi di sana," katanya.
Saat ini, kecamatan menangani masalah tersebut secara bertahap. Pengangkutan sampah dari rumah ke rumah diprioritaskan sebelum pembersihan total di TPS dilakukan dengan bantuan alat berat. Petugas juga telah melakukan gotong-royong meski hasilnya belum maksimal.
"Permasalahan di perumahan sudah berkurang. Sekarang armada kami fokus membersihkan TPS ini," ucap Ersan.
Ia mengimbau warga tidak membuang sampah sembarangan di sepanjang jalan serta mulai mengurangi penggunaan plastik. "Belanja ke pasar bisa gunakan kantong ramah lingkungan. Plastik itu sulit terurai," tutupnya.
Editor: Gokli
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
