Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Campur Aduk Perasaan Warga Teluk Sasah Sambut Investasi BBM, Kekhawatiran Dampak Lingkungan Mengemuka
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Jumat, 16 Januari 2026 10:08 WIB
BATAMTODAY.COM, Bintan - Rencana investasi sebuah perusahaan pengolahan bahan bakar minyak (BBM) di kawasan Tanjung Kruing, Kampung Tanjung Talok, Desa Teluk Sasah, Kabupaten Bintan, memunculkan perasaan campur aduk di kalangan warga.
Di satu sisi, masyarakat menyambut baik masuknya investasi, namun di sisi lain muncul kekhawatiran serius terkait potensi pencemaran lingkungan dan dampak jangka panjang terhadap mata pencaharian nelayan.
Rencana pendirian perusahaan yang disebut-sebut bernama PT Majesty tersebut telah disosialisasikan oleh perangkat RT dan RW setempat sejak sekitar satu tahun lalu. Kendati demikian, warga mengaku belum memperoleh informasi yang utuh dan resmi, terutama terkait aktivitas perusahaan, dampak lingkungan, serta jaminan keberlangsungan hidup masyarakat sekitar.
Tokoh pemuda Kampung Tanjung Talok, Wahyudi, menyampaikan bahwa hingga kini belum ada penjelasan langsung dari pihak perusahaan maupun instansi berwenang kepada warga. "Warga memang sempat diminta mengisi formulir terkait aktivitas sehari-hari, terutama nelayan. Namun, informasi pastinya seperti apa kegiatan perusahaan tersebut, sampai sekarang belum diketahui secara jelas," ujar Wahyudi, Kamis (15/1/2026).
Menurut dia, sebagian warga merasa senang karena adanya rencana investasi yang dinilai berpotensi membuka lapangan kerja. Namun, kekhawatiran tetap mengemuka, khususnya terkait dampak aktivitas pengolahan BBM terhadap perairan di sekitar Tanjung Kruing dan Tanjung Talok yang selama ini menjadi sumber utama mata pencaharian nelayan.
"Kalau aktivitas perusahaan mulai berjalan, tentu dikhawatirkan muncul limbah yang bisa mencemari laut. Jika air laut kotor, itu jelas mengganggu nelayan mencari nafkah. Tanpa pemahaman dan antisipasi sejak awal, masyarakat yang akan dirugikan," tegasnya.
Wahyudi menambahkan, warga berharap adanya sosialisasi menyeluruh sebelum perusahaan beroperasi, termasuk penjelasan mengenai dampak lingkungan jangka panjang serta langkah mitigasi yang akan dilakukan. Selain itu, masyarakat juga menuntut adanya jaminan manfaat nyata, seperti peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan kesempatan kerja bagi warga terdampak.
"Jangan sampai nanti perusahaan sudah beroperasi, tetapi warga sekitar hanya menjadi penonton. Kepedulian perusahaan terhadap masyarakat jangan hanya menjadi isapan jempol," katanya.
Ia juga meminta pemerintah daerah dan instansi terkait agar lebih cermat sebelum menerbitkan izin operasional. Menurutnya, kajian yang dilakukan tidak boleh semata-mata berorientasi pada masuknya investasi, tetapi harus mempertimbangkan dampak lingkungan serta masa depan warga di sekitar lokasi secara berkelanjutan.
"Pemerintah harus memastikan bahwa investasi yang masuk benar-benar aman bagi lingkungan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, bukan sebaliknya," pungkas Wahyudi.
Editor: Gokli
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
