Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Cegah TPPO, Imigrasi Karimun Sosialisasikan Bahaya Perdagangan Orang ke Kalangan Pelajar

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Kamis, 6 November 2025 08:28 WIB
Kantor Imigrasi kelas II tpi Tanjungbalai Karimun gelar sosialisasi pencegahan TPPO bagi generasi muda. (Freddy/BTD)
Kantor Imigrasi kelas II tpi Tanjungbalai Karimun gelar sosialisasi pencegahan TPPO bagi generasi muda. (Freddy/BTD)

BATAMTODAY.COM, Karimun - Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungbalai Karimun menggelar sosialisasi pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Hotel Maximilian, Rabu (5/11/2025).

Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran di kalangan generasi muda, baik siswa SMA maupun mahasiswa, agar lebih waspada terhadap tawaran kerja atau janji bekerja di luar negeri yang tidak memiliki kejelasan.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungbalai Karimun, Dwi Avandho Farid, mengatakan sosialisasi ini merupakan langkah preventif untuk mencegah generasi muda menjadi korban TPPO, mengingat mereka kerap menjadi sasaran empuk sindikat perdagangan orang.

"Biasanya anak-anak yang baru lulus sekolah sudah diincar sindikat. Mereka menyasar yang memiliki kondisi ekonomi lemah," ujar Dwi Avandho.

Ia menjelaskan, pelaku TPPO umumnya menggunakan modus dengan menawarkan pekerjaan di luar negeri dengan gaji besar. Bahkan, belakangan korban tak selalu berasal dari latar belakang ekonomi rendah --beberapa di antaranya lulusan perguruan tinggi.

Melalui sosialisasi ini, Dwi berharap para pimpinan lembaga pendidikan dapat meneruskan informasi kepada siswa dan mahasiswa agar memahami modus serta langkah pencegahan TPPO.

"Jaringan sindikat TPPO sering memberangkatkan korban lewat jalur ilegal maupun resmi. Namun, setibanya di negara tujuan, dokumen korban biasanya ditahan, sehingga mereka tidak bisa pulang. Dalam kasus tertentu, bahkan terjadi kekerasan hingga perdagangan organ tubuh," pungkasnya.

Editor: Gokli

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan