Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Cekcok Berujung Maut di Kamar Kos Lubukbaja, Polisi Duga Bela Tewas Dicekik Pacarnya
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Jumat, 19 Desember 2025 18:28 WIB
BATAMTODAY.COM, Batam - Kepolisian mengungkap perkembangan awal kasus kematian Bela, perempuan muda yang ditemukan tak bernyawa di kamar kos wilayah Lubukbaja, Batam. Polisi menduga korban tewas akibat kehabisan napas setelah terlibat pertengkaran dengan orang terdekatnya.
Kapolresta Barelang Komisaris Besar Polisi Zainal Arifin mengatakan, berdasarkan pemeriksaan awal, pelaku memiliki hubungan personal yang dekat dan intens dengan korban. Hubungan tersebut diduga menjadi latar peristiwa yang berujung pada kematian korban.
"Pelaku dan korban memiliki hubungan dekat. Dari keterangan awal, peristiwa ini dipicu emosi," kata Zainal, Jumat (19/12/2025).
Menurut Zainal, motif sementara kematian korban diduga bermula dari ucapan korban yang menyinggung perasaan pelaku. Dalam kondisi emosi, pelaku bereaksi secara spontan. Namun, ia menegaskan motif ini masih bersifat awal dan dapat berkembang seiring pendalaman penyidikan.
Dari hasil visum luar, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan menggunakan senjata tajam. "Tidak ada luka tusuk atau sayatan. Dugaan sementara korban meninggal akibat kehabisan napas," ujar Zainal.
Penyidik menduga pelaku menutup saluran pernapasan korban menggunakan pakaian berupa kaos. Polisi masih mendalami apakah kaos tersebut milik korban atau pelaku. Jenazah korban kini berada di RS Bhayangkara Polda Kepri untuk pemeriksaan lanjutan, termasuk otopsi guna memastikan penyebab kematian secara medis.
Zainal menambahkan, pelaku telah diamankan tim gabungan Polsek Lubukbaja dan Polresta Barelang di wilayah Nagoya, Batam. Penanganan perkara selanjutnya dilimpahkan ke Polsek Lubukbaja.
Sementara itu, Kapolsek Lubukbaja Komisaris Polisi Rangga Primazada memaparkan kronologi awal kejadian. Menurut Rangga, korban diketahui tinggal satu kamar kos bersama pacarnya. Peristiwa pembunuhan diduga terjadi pada malam 16 Desember 2025.
Namun, jasad korban baru ditemukan dua hari kemudian, Kamis sore, 18 Desember 2025. Kecurigaan muncul setelah rekan kerja korban tidak bisa menghubungi korban dan mendapati korban tidak masuk kerja.
"Rekan kerja mendatangi kamar kos korban. Pintu diketuk tapi tidak ada respons. Karena curiga, pintu akhirnya didobrak," kata Rangga.
Korban ditemukan terbaring di dalam kamar dengan tubuh tertutup selimut. Para saksi yang panik kemudian memanggil ketua RT dan RW setempat sebelum melaporkan kejadian itu ke polisi.
Petugas Polsek Lubukbaja bersama tim identifikasi Polresta Barelang yang mendatangi lokasi menemukan sejumlah petunjuk awal. Korban ditemukan dalam kondisi leher terlilit pakaian. Polisi juga mendapati percikan darah di lantai kamar. "Tidak ditemukan luka luar lain yang mencolok selain indikasi pada bagian leher," ujar Rangga.
Dugaan awal mengarah pada kematian akibat asfiksia atau kehabisan napas akibat pencekikan.
Polisi mengamankan pacar korban berinisial P, yang diketahui tinggal bersama korban. Meski pelaku mengakui perbuatannya, Rangga menegaskan pengakuan tersebut tidak dijadikan satu-satunya alat bukti. Penyidik tetap mengumpulkan bukti lain melalui pemeriksaan forensik dan koordinasi dengan pihak rumah sakit.
"Pengakuan pelaku harus didukung alat bukti lain. Kami masih menunggu hasil visum dan pemeriksaan lanjutan," katanya.
Berdasarkan keterangan awal pelaku, peristiwa bermula dari pertengkaran. Pelaku mengaku tersinggung oleh ucapan korban. Dalam kondisi emosi, pelaku melilitkan pakaian ke leher korban serta menutup mulut dan hidung korban hingga korban pingsan dan akhirnya meninggal dunia.
Korban berusia sekitar 20-22 tahun dan bekerja sebagai karyawan rumah makan. Sementara pelaku berusia sekitar 20-28 tahun. Polisi masih berkoordinasi dengan keluarga korban terkait proses pemakaman.
Sebelumnya, Ketua RW setempat, Siswo Waluyo, mengatakan aroma busuk sudah tercium sebelum pintu kamar dibuka. "Baru mendekat sudah kecium bau busuk. Mereka langsung panik dan melapor ke polisi," ujarnya.
Hingga kini, penyidik Polsek Lubukbaja dengan dukungan Satreskrim Polresta Barelang masih mendalami kasus tersebut untuk memperkuat konstruksi hukum sembari menunggu hasil otopsi.
Editor: Yudha
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
