Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Digitalisasi Pembelajaran Resmi Diluncurkan, Pemerintah Hadirkan Papan Interaktif Pintar untuk Sekolah

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Senin, 15 September 2025 10:48 WIB
Papan Interaktif Pintar untuk Sekolah. (Foto: Kemendikdasmen)
Papan Interaktif Pintar untuk Sekolah. (Foto: Kemendikdasmen)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan program Digitalisasi Pembelajaran sebagai langkah baru untuk meningkatkan mutu pendidikan sekaligus pemerataan akses di seluruh Indonesia. Program ini dihadirkan untuk menjawab tantangan rendahnya capaian literasi dan learning loss pascapandemi.

"Digitalisasi pembelajaran menjadi upaya percepatan agar anak-anak Indonesia bisa mengejar ketertinggalan sekaligus terbiasa dengan keterampilan abad 21," ujar Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Gogot Suharwoto, dalam siaran podcast SINIAR episode 12 di kanal YouTube Kemendikdasmen.

Dasar hukum program ini tercantum dalam Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 yang menekankan revitalisasi satuan pendidikan, pembangunan sekolah unggul, hingga penerapan digitalisasi pembelajaran. Presiden bahkan menargetkan setiap sekolah menerima Papan Interaktif Pintar (Interactive Flat Panel/IFP) untuk mendukung proses belajar.

Papan interaktif tersebut sudah mulai didistribusikan tahap pertama ke sekolah-sekolah di Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat, sebelum menjangkau daerah lainnya. Perangkat ini memungkinkan guru dan murid berkolaborasi melalui layar sentuh dengan konten berupa teks, video, audio, gamifikasi, hingga augmented reality.

"Anak-anak bisa memutar model jantung, memperbesar, memperkecil, lalu menjawab soal interaktif di layar. Semua ini membuat pembelajaran lebih mudah dipahami sekaligus menyenangkan," jelas Gogot, demikian dikutip laman Kemendikdasmen, Minggu (14/9/2025).

Manfaat nyata program ini dirasakan langsung oleh Haryanto, guru Informatika SMP Negeri 86 Jakarta. Ia menyebut suasana kelas kini lebih hidup sejak menggunakan papan interaktif. "Anak-anak jadi lebih antusias. Mereka yang tadinya malu, kini berani maju karena merasa belajar sambil bermain. Misalnya ada soal interaktif yang harus digeser jawabannya di papan, mereka berebut ingin mencoba," ungkapnya.

Selain papan interaktif, guru juga bisa memanfaatkan platform Ruang Murid yang berisi materi SD hingga SMA/SMK, lengkap dengan video, buku digital, laboratorium maya, dan gim edukasi.

Menurut Haryanto, teknologi justru memperkuat peran guru. "Alat ini ibarat jembatan. Guru tetap kunci, tapi kini punya banyak cara untuk membuat kelas lebih menarik dan mendalam," tambahnya.

Kemendikdasmen memastikan program ini menjangkau daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) melalui kerja sama dengan PLN untuk penyediaan panel surya serta perangkat tambahan bagi sekolah yang belum terhubung internet. Konten interaktif juga bisa diakses secara luring melalui media penyimpanan khusus.

Gogot menegaskan, distribusi perangkat dipastikan tepat sasaran melalui tiga lapis verifikasi, yaitu Data Pokok Pendidikan (Dapodik), validasi dinas, dan pernyataan sekolah penerima. "Digitalisasi bukan sekadar membagi alat, tapi memastikan mutu pembelajaran merata di seluruh Indonesia. Prinsipnya inklusif, adaptif, dan partisipatif," tegasnya.

Program Digitalisasi Pembelajaran dipandang sebagai pilar penting mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua. Gogot menutup, "Dengan digitalisasi, kita ingin menutup learning loss, memperkuat literasi, dan menyiapkan generasi yang siap menghadapi tantangan zaman. Anak-anak Indonesia tidak boleh tertinggal dari perkembangan teknologi dunia."

Editor: Gokli

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan