Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Dinas Pangan dan Pertanian Karimun Temukan Beras Berkutu serta Bau Apak di Swalayan

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Jumat, 15 Agustus 2025 15:48 WIB
Dinas Pangan dan Pertanian Karimun, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di beberapa swalayan dan toko, Jumat (15/8/2025). (Istimewa)
Dinas Pangan dan Pertanian Karimun, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di beberapa swalayan dan toko, Jumat (15/8/2025). (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Karimun - Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun menemukan sejumlah beras tidak layak konsumsi saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di beberapa swalayan dan toko, Jumat (15/8/2025). Temuan ini memicu peringatan keras kepada para pelaku usaha agar segera menarik produk yang berpotensi merugikan masyarakat.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Karimun, Sukriyanto Jaya Putra, mengatakan sidak dilakukan setelah menerima laporan masyarakat terkait penjualan beras yang sudah tidak layak dikonsumsi.

"Sidak ini menindaklanjuti adanya laporan dan informasi dari masyarakat bahwa ada beras yang sudah tidak layak konsumsi, tetapi masih tetap dijual," ujarnya.

Ia menegaskan, pengawasan bahan pangan, termasuk yang beredar di pasar, toko, dan swalayan, menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan konsumsi masyarakat. "Hasil sidak hari ini, ditemukan beras berkutu, warnanya berubah, dan baunya apak meski masih dalam kemasan. Kondisi ini terjadi pada beberapa merek," kata Sukriyanto.

Menurutnya, para pemilik toko, swalayan, dan minimarket diminta segera menarik beras yang menunjukkan tanda-tanda kerusakan. "Apalagi jika sudah berkutu dan bau apak, harus segera ditarik," tegasnya.

Sukriyanto memastikan pihaknya akan terus melakukan pengawasan rutin dan sidak agar bahan pangan yang dijual aman dikonsumsi. "Kami akan tetap melakukan pengawasan dan sidak, agar tidak ditemukan lagi bahan pangan yang dapat merugikan masyarakat," pungkasnya.

Editor: Gokli

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan