Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Disbud Lingga Tambah Cogan Sebagai Koleksi Barang Bersejarah di Museum
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Jumat, 6 Juli 2018 13:04 WIB
BATAMTODAY.COM, Daiklingga - Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Lingga menambah cogan sebagai barang bersejarah baru di Museum Linggam Cahaya (MLC), Daik Kabupaten Lingga, untuk dipajang. Cogan ini ialah hasil duplikat yang dibuat oleh Disbud Lingga melalui hasil mediasi dengan pihak Museum Nasional di Jakarta, karena yang aslinya berada di sana.
"Kita tambah cogan sebagai koleksi baru di museum. Untuk saat ini cogan itu belum dipajang, karena masih disimpan. Dalam bulan ini lah kita usahakan. Sementara yang asli tetap berada di Museum Nasional," kata Kepala Disbud Lingga, Muhammad Ishak kepada BATAMTODAY, Jum'at (6/7/2018)
Meskipun bukan asli, cogan yang dimaksud tetap memiliki nilai sejarah kuat dengan Melayu. Karena cogan atau biasa disebut sirih besar ini merupakan bagian dari regelia (tanda kerjaan) yang berperan penting dan menjadi simbol bagi kerajaan Riau Lingga, Johor dan Pahang dahulu.
Menurut Ishak, Daik Lingga yang sekarang menjadi Kabupaten, pernah dijadikan pusat pemerintahan kerajaan Melayu hampir 40 tahun lamanya. Selain simbol legitimasi adat dan penanda bagi sultan yang memerintah, cogan menjadi kelengkapan yang penting dalam acara berarak diraja. Apabila sultan berarak, cogan itulah yang didulukan berjalan.
"Jadi selain hal tadi, kita menambah cogan sebagai koleksi baru di MLC ini juga dengan tujuan agar masyarakat mengenal bahwa benda ini pernah dipegang Engku Puteri Raja Hamidah permaisurinya Sultan Mahmud Riayat Syah (Sultan Melayu Lingga) yang telah dianugerahi Presiden RI sebagai Pahlawan Nasional tahun 2017 kemaren. Walaupun cogan ini duflikat," ujar Ishak
Ia berharap dengan adanya duflikat cogan di MLC yang merupakan museum kebanggaan masyarakat Kabupaten Lingga, dapat menjadi magnit tersendiri untuk orang berkunjung ke Lingga. Sebab cogan ini hanya berada di Museum Nasional sebelum di duflikat melalui izin mediasi bersama.
"Saya yakin pasti banyak yang ingin tahu bagaimana bentuk dan apa saja yg ditulis di cogan ini oleh banyak kalangan. Mudah-mudahan dengan adanya cogan di MLC dapat menarik kunjungan wisatan khususnya ke Lingga. Karena kalau ke museum nasional di Jakarta kan jauh, berapa pula ongkosnya. Kecuali kalau mau melihat yang asli," tutup Ishak.
Editor: Dardani
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
