Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Disdik Lingga Luncurkan Program Gerakan Pagi Mengaji di Sekolah
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Sabtu, 20 Juli 2019 08:16 WIB
BATAMTODAY.COM, Lingga - Pemkab Lingga melalui Dinas Pendidikan (Disdik) meluncurkan program 'Gerakan Pagi Mengaji' di sekolah, baik tingkap SD, SMP dan SMA yang ada di Lingga. Program ini ditujukan untuk mewujudkan generasi muda agar dapat membaca dan memahami ayat suci Al-Qur'an.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Lingga, Junaidi Adjam mengatakan, rancangan gerakan pagi mengaji bagi pelajar SD, SMP hingga SMA merupakan gagasan dari Bupati dan Wakil Bupati Lingga, Alias Wello dan Muhammad Nizar. Gerakan ini juga sudah di launching langsung oleh Bupati Lingga, Alias Wello di hadapan seluruh kepala sekolah dan siswa, Jumat (19/7/2019) pagi di Halaman Kantor Bupati Lingga, Daik.
"Kegiatan pagi mengaji merupakan wujud dari Kabupaten Lingga Bunda Tanah Melayu, dengan moto Bertingkap Alam Berpintu Ilahi. Maka gerakan pagi mengaji ini nantinya akan diimplementasikan di jenjang pendidikan sekolah, mulai SD hingga SMA sederajat," kata Junaidi kepada BATAMTODAY.COM, Jumat.
Di samping itu, gerakan pagi mengaji juga merupakan bagian dari rangkaian literasi yang diserahkan ke sekolah untuk diselenggarakan secara kontinu, dari hari Senin hingga Sabtu di setiap minggunya.
"Nanti, setiap 15 menit sebelum jam pertama dimulai, siswa dan guru di seluruh sekolah yang ada di Kabupaten Lingga harus mengaji. Ini bukan hanya kegiatan main-main dan seremoni saja, Bunda Tanah Melayu yang identik dengan Islam akan kita mulai dari generasi muda," terangnya
Junaidi berharap, kegiatan tersebut selalu eksis dan setiap sekolah dapat membuat laporan untuk dievaluasi. Kemudian, juga diharapkan agar semua peserta didik bisa membaca Al-Qur'an.
"Semoga nantinya tidak ada lagi yang buta aksara Al-Qur'an. Mudah-mudahan kegiatan ini mendapat dukungan dari semua pihak," katanya.
Sementara, Wakil Bupati Lingga Muhammad Nizar mengatakan, gerakan pagi mengaji tidak hanya untuk para siswa, tapi juga para guru muslim. Jadi, guru dan murid akan sama-sama mengaji setiap 15 menit sebelum jam pelajaran dimulai.
"Apakah nanti kita minta setiap pelajar membawa Al-Qur'an bagi yang muslim atau hanya guru yang mengaji kemudian diikuti oleh murid-murid, kita serahkan ke masing-masing sekolah nantinya," tuturnya.
Nizar menjelaskan, bagi murid non muslim diberikan kebebasan untuk memilih saat gerakan pagi mengaji dilaksanakan sebelum pelajaran dimulai. Murid boleh berada di luar ruangan ataupun di dalam ruangan sesuai keinginannya.
"Tetapi kalau anak-anak perempuan muslim yang sedang halangan, itu wajib berada di dalam ruangan sambil menyimak dan mendengar kawan-kawannya yang mengaji," ujarnya.
Nizar berharap, dengan kegiatan tersebut tidak ada lagi generasi muda di Kabupaten Lingga, yang tidak tahu mengaji. Terlebih lagi untuk murid yang duduk di bangku SMP dan SMA.
Editor: Gokli
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
