Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Ditutup Meriah, Pengunjung Kepri International Art & Culture 2025 Capai 170 Ribu Orang

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Senin, 1 Desember 2025 09:08 WIB
Penampilan Al Hafiz, penyanyi asal Pekanbaru, Riau, menjadi pamungkas malam penutupan Kepri International Art & Culture 2025. (Foto: Diskominfo Kepri)
Penampilan Al Hafiz, penyanyi asal Pekanbaru, Riau, menjadi pamungkas malam penutupan Kepri International Art & Culture 2025. (Foto: Diskominfo Kepri)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Gelaran Kepri International Art & Culture 2025 berakhir meriah di halaman Gedung LAM Kepri, Tanjungpinang, Sabtu (29/11/2025) malam. Ribuan warga memadati arena pertunjukan yang juga ditayangkan langsung melalui kanal YouTube Diskominfo Kepri.

Festival yang berlangsung 25-29 November ini menampilkan keragaman budaya dari lima negara: Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Kamboja. Selama lima hari penuh, pengunjung disuguhi ratusan pertunjukan seni, mulai dari tari tradisional, musik etnik, hingga kolaborasi modern.

Malam penutupan diwarnai ragam penampilan seperti Sanggar Segantang Lada, Sensor Indonesia, Tari Kolosal Nusantara, Dermaga Musica, serta tari kreasi dari Singapura. Wali Band, Diva Aurel, dan Al Hafiz turut menyemarakkan suasana. Sementara di kawasan Tugu Sirih, Malay Food Festival menjadi pusat kuliner yang ramai diburu pengunjung.

Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan, menyampaikan bahwa animo masyarakat sangat tinggi. "Selama lima hari, total kunjungan di empat lokasi acara mencapai sekitar 170.000 orang," ujarnya.

Menurut Hasan, konser Wali Band menjadi daya tarik terbesar dengan hampir 80.000 penonton, sementara penampilan Diva Aurel mengumpulkan sekitar 40.000 pengunjung.

Sebanyak 1.200 penampil dan 71 sanggar seni ambil bagian dalam perhelatan ini. Pemutaran film animasi Gurindam 12 juga melibatkan 1.600 pelajar dari berbagai jenjang pendidikan.

Dari sisi ekonomi, kontribusi pelaku UMKM terbilang signifikan. "Ada sekitar 280 UMKM yang berpartisipasi. Dengan omzet kotor rata-rata Rp 3,5 juta per pelaku, perputaran ekonomi selama festival diperkirakan mendekati Rp 8 miliar," kata Hasan.

Ia berharap festival ini terus menjadi agenda budaya tahunan yang mampu menarik wisatawan serta menggerakkan ekonomi lokal.

"Kami memohon maaf bila masih ada kekurangan. Namun kami sudah berupaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat Tanjungpinang," ujarnya menutup.

Editor: Gokli

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan