Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Dorong Reformasi Birokrasi, Amsakar Tegaskan Penerapan Sistem Merit ASN di Pemko Batam

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Kamis, 15 Januari 2026 10:28 WIB
Sosialisasi Manajemen Talenta ASN di lingkungan Pemerintah Kota Batam, yang digelar di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (13/1/2026). (Istimewa)
Sosialisasi Manajemen Talenta ASN di lingkungan Pemerintah Kota Batam, yang digelar di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (13/1/2026). (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Batam - Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa reformasi birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota Batam harus dijalankan secara konsisten melalui penerapan sistem merit dan manajemen talenta aparatur sipil negara (ASN). Langkah tersebut dinilai strategis untuk membangun birokrasi yang profesional, berintegritas, serta bebas dari intervensi kepentingan politik praktis.

Penegasan itu disampaikan Amsakar saat membuka Sosialisasi Manajemen Talenta ASN di lingkungan Pemerintah Kota Batam, yang digelar di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (13/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempercepat kinerja birokrasi daerah sekaligus mendukung pelaksanaan Asta Cita dalam tata kelola pemerintahan.

Sosialisasi tersebut dihadiri Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia, Zudan Arif Fakrulloh, Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, Deputi Pembinaan Penyelenggaraan Manajemen ASN BKN Herman, serta jajaran pejabat tinggi BKN Pusat dan Regional XII.

Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan bahwa manajemen talenta merupakan pilar penting reformasi birokrasi karena berorientasi pada penempatan ASN berdasarkan kompetensi, kualifikasi, dan kinerja. Menurutnya, praktik tersebut menjadi kunci untuk memastikan setiap jabatan diisi oleh aparatur yang tepat dan mampu menjawab tantangan pembangunan daerah.

"Manajemen talenta bukan sekadar kegiatan administratif, tetapi instrumen strategis reformasi birokrasi. Penempatan ASN harus berbasis profesionalisme agar organisasi pemerintahan bergerak lebih efektif dan pelayanan publik semakin berkualitas," ujar Amsakar.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan sistem merit mensyaratkan keselarasan visi antara pimpinan daerah dan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Kesamaan persepsi tersebut, kata Amsakar, penting agar reformasi birokrasi tidak terhambat oleh perbedaan kepentingan di luar agenda pelayanan publik.

"Pemerintahan harus berjalan dalam satu mazhab yang sama. Jika pimpinan dan jajarannya tidak searah, maka sistem merit tidak akan berjalan optimal. ASN harus fokus pada kinerja dan menjauh dari kepentingan politik praktis," tegasnya.

Amsakar menyampaikan bahwa penguatan sistem merit di Pemko Batam mulai menunjukkan hasil positif, yang tercermin dari capaian sejumlah indikator makro. Pertumbuhan ekonomi Batam saat ini berada pada kisaran 6,8 hingga 6,9 persen, mendekati target 7 persen. Realisasi investasi mencapai Rp 54,74 triliun atau sekitar 91 persen dari target, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam tercatat 83,8, tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau.

"Capaian tersebut merupakan buah dari kerja birokrasi yang semakin profesional. Pertumbuhan ekonomi, investasi, serta IPM yang tinggi menunjukkan bahwa reformasi birokrasi mulai memberikan dampak nyata bagi masyarakat," tambahnya.

Sementara itu, Kepala BKN RI Zudan Arif Fakrulloh menegaskan bahwa penerapan manajemen talenta di daerah merupakan bagian dari penguatan sistem merit nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Ia menilai birokrasi harus dikelola dengan pendekatan teknokratik agar mampu mengeksekusi program prioritas kepala daerah secara terukur.

"Kita harus meninggalkan pendekatan politis dan beralih ke sistem merit yang objektif. ASN perlu memiliki kontrak kinerja yang jelas, lengkap dengan target dan indikator capaian. Dengan begitu, birokrasi dapat menjadi mesin pembangunan yang efektif," ujar Zudan.

Editor: Gokli

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan