Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Dua Geopark Nasional Resmi Diakui UNESCO, Indonesia Kukuhkan Posisi di Asia Tenggara

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Senin, 16 Juni 2025 11:08 WIB
Geopark Kebumen di Jawa Tengah, resmi ditetapkan sebagai bagian dari UNESCO Global Geoparks (UGGp) tahun 2025 dalam Sidang Dewan Eksekutif UNESCO yang digelar di Paris, Prancis, pada pertengahan Juni 2025. (Foto: Kemlu)
Geopark Kebumen di Jawa Tengah, resmi ditetapkan sebagai bagian dari UNESCO Global Geoparks (UGGp) tahun 2025 dalam Sidang Dewan Eksekutif UNESCO yang digelar di Paris, Prancis, pada pertengahan Juni 2025. (Foto: Kemlu)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Indonesia kembali mencatat prestasi internasional setelah dua situs geopark nasional, Geopark Kebumen di Jawa Tengah dan Geopark Meratus di Kalimantan Selatan, resmi ditetapkan sebagai bagian dari UNESCO Global Geoparks (UGGp) tahun 2025. Pengakuan tersebut diumumkan dalam Sidang Dewan Eksekutif UNESCO yang digelar di Paris, Prancis, pada pertengahan Juni 2025.

Dengan tambahan dua situs tersebut, Indonesia kini memiliki 12 geopark yang masuk dalam jaringan geopark global UNESCO. Capaian ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah geopark terbanyak di Asia Tenggara, sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang konsisten dalam upaya pelestarian warisan geologi dan pembangunan berkelanjutan.

Geopark Kebumen dikenal sebagai kawasan dengan kekayaan geologis luar biasa, terutama melalui formasi batuan tertua di Pulau Jawa yang tersebar di Karangsambung. Formasi ini berusia jutaan tahun dan menjadi lokasi penting bagi penelitian geologi di Indonesia. Sementara itu, Geopark Meratus menyajikan bukti rekam sejarah evolusi tektonik yang terjadi sejak Periode Jurasik, sekitar 201 hingga 145 juta tahun lalu, menjadikannya sebagai salah satu lanskap geologi paling unik di Nusantara.

Geopark Meratus di Kalimantan Selatan, resmi ditetapkan sebagai bagian dari UNESCO Global Geoparks (UGGp) tahun 2025 dalam Sidang Dewan Eksekutif UNESCO yang digelar di Paris, Prancis, pada pertengahan Juni 2025. (Kemlu)

Duta Besar RI untuk Prancis, Andorra, Monako, dan Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, Mohamad Oemar, menyambut baik keputusan tersebut sebagai pengakuan internasional terhadap komitmen Indonesia dalam pelestarian alam dan penguatan diplomasi budaya.

"Pengakuan ini tidak hanya mencerminkan kekayaan geologis Indonesia, tetapi juga menggambarkan kolaborasi lintas sektor --antara pemerintah daerah, akademisi, komunitas lokal, hingga perwakilan Indonesia di luar negeri dalam memperkuat diplomasi budaya dan lingkungan," ujar Oemar, Senin (16/6/2025).

Ia menambahkan, keberhasilan ini juga menunjukkan bahwa geopark bukan sekadar kawasan pelestarian, tetapi sarana pemberdayaan masyarakat, edukasi sains, dan pengembangan ekonomi berbasis kearifan lokal.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung diplomasi kebudayaan dan ilmiah Indonesia di berbagai forum internasional, termasuk UNESCO. Ke depan, Indonesia akan mengupayakan peningkatan jumlah situs warisan dunia dan memperluas pemanfaatan warisan geologi sebagai wahana pembelajaran dan kesejahteraan masyarakat.

Dengan pengakuan ini, Indonesia semakin memperkuat posisinya di panggung global sebagai negara yang mampu menjadikan kekayaan alam dan geologi sebagai bagian dari narasi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Editor: Gokli

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan