Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Dua Pekerja Tewas Tenggelam di Perairan Pulau Poto Bintan, Basarnas Ungkap Kronologi
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Kamis, 22 Januari 2026 15:28 WIB
BATAMTODAY.COM, Bintan - Insiden tragis terjadi di area ponton pengeboran milik PT Shandong Geologi Eksplorasi di perairan Pulau Poto, Kabupaten Bintan. Dua orang pekerja dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus laut saat berenang di sekitar lokasi ponton.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Tanjungpinang, Fazzli, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, korban bernama Malik (24) dan Reza Ade Jamawar (27) terseret arus kuat ketika berada di area ponton pengeboran pada Senin (19/1/2026).
"Pada pencarian awal, tim SAR menemukan Reza Ade Jamawar dalam kondisi meninggal dunia. Almarhum merupakan warga Kampung Bina Maju, Kelurahan Gunung Lengkuas," ujar Fazzli.
Sementara itu, korban Malik baru berhasil ditemukan oleh Tim SAR Gabungan pada Kamis (22/1/2026) di perairan Pulau Poto, Kabupaten Bintan. Proses pencarian melibatkan unsur TNI-Polri, Basarnas, BPBD, serta Taruna Siaga Bencana (Tagana).
"Korban sudah ditemukan setelah empat hari dilaporkan hilang," kata Kanit Reskrim Polsek Bintan Timur, Iptu Daeng Salamun.
Berdasarkan keterangan petugas, peristiwa bermula saat Malik, yang juga dikenal dengan nama Rian, berenang di sekitar ponton sekitar pukul 14.10 WIB. Tiba-tiba, arus laut yang deras menyeret tubuh korban hingga ia berteriak meminta pertolongan.
Mendengar teriakan tersebut, dua rekan kerja korban, Ranggi dan Reza Ade Jamawar, langsung melompat ke laut untuk memberikan bantuan. Namun, arus yang kuat justru menyeret keduanya. Ranggi berhasil menyelamatkan diri dengan memanjat kembali ke atas ponton.
"Namun, Reza dan Malik tidak mampu keluar dari pusaran arus," ungkap Kepala Basarnas Tanjungpinang.
Setelah dilakukan pencarian intensif, Reza Ade Jamawar ditemukan lebih dahulu dalam kondisi tidak bernyawa. Sedangkan Malik, warga Ganet Baru, ditemukan beberapa hari kemudian oleh tim gabungan di perairan Pulau Poto.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius pihak berwenang terkait aspek keselamatan kerja dan aktivitas di sekitar area ponton pengeboran di perairan Bintan.
Editor: Gokli

