Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
East Ventures Luncurkan Indeks Daya Saing Digital 2025, Soroti Pemerataan Digital dan Lompatan Papua
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Selasa, 27 Mei 2025 12:28 WIB
BATAMTODAY.COM, Jakarta - East Ventures, perusahaan modal ventura terkemuka di Asia Tenggara, resmi merilis laporan East Ventures - Digital Competitiveness Index (EV-DCI) 2025 pada Selasa (27/5/2025).
Memasuki tahun keenam penyelenggaraan, laporan ini kembali menyoroti kemajuan daya saing digital di seluruh Indonesia, dengan fokus pada akselerasi inovasi dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).
"Kami terus berkomitmen menyajikan analisis mendalam mengenai perkembangan ekonomi digital di berbagai penjuru Nusantara, serta mendorong pemerataan peluang digital yang lebih inklusif," ujar Willson Cuaca, Co-Founder dan Managing Partner East Ventures, dalam keterangan pers.
Dengan tema 'Mendorong Inovasi dan Kecerdasan Buatan untuk Meningkatkan Daya Saing Digital Indonesia', laporan EV-DCI 2025 menyajikan analisis terhadap 38 provinsi dan 157 kota/kabupaten. Skor nasional EV-DCI tahun ini mencapai 38,8, meningkat dari 38,1 di 2024 dan 35,2 pada 2022. Peningkatan ini didorong oleh bertambahnya jumlah pekerja yang menggunakan internet dan meluasnya jaringan 3G/4G hingga ke pelosok desa.
Papua mencatat lonjakan paling mencolok, naik 14 peringkat dari posisi 34 ke 20. Pertumbuhan ekonomi Papua yang mencapai 7,8% pada 2024 turut mendorong peningkatan skor ini, melampaui pertumbuhan nasional yang berada di angka 5,0%.
Sepuluh provinsi teratas masih didominasi oleh kawasan Jawa, dengan DKI Jakarta (78,4) dan Jawa Barat mempertahankan posisi teratas. Banten mencatat perbaikan signifikan, menempati peringkat ketiga secara nasional.
Kesenjangan digital juga menunjukkan penyempitan. Selisih skor antara provinsi tertinggi dan terendah menurun menjadi 56,9 poin, dari sebelumnya 60,4. Rata-rata peningkatan skor justru lebih tinggi pada provinsi di luar 10 besar, menunjukkan kemajuan pemerataan daya saing digital secara nasional.
East Ventures juga menyoroti peran teknologi mutakhir seperti AI, IoT, blockchain, dan 5G dalam mendorong transformasi digital. Nilai investasi untuk startup berbasis AI di Indonesia pada 2024 mencapai US$542,9 juta, meningkat 141,5% dibanding 2020.
"Ekosistem digital Indonesia tengah mengalami percepatan. Teknologi seperti AI bukan hanya meningkatkan efisiensi, tapi juga mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat di berbagai sektor," jelas Willson.
East Ventures turut memperkuat komitmennya melalui investasi strategis, termasuk pengucuran dana sebesar S$300 juta bersama SEEDS Capital untuk pengembangan deep tech di Singapura, serta inisiatif lokal seperti IndoBuild AI.
Sejumlah perusahaan dalam portofolio East Ventures juga memanfaatkan AI untuk memperluas dampak sosial dan ekonomi:
- Xendit: memproses lebih dari 350 juta transaksi dengan dukungan sistem AI untuk deteksi penipuan.
- Komunal: menyalurkan pinjaman UMKM senilai Rp10,6 triliun dengan penilaian kredit berbasis AI.
- Stockbit dan Mekari: mengembangkan layanan keuangan dan bisnis digital untuk UMKM.
- Meeting.ai: menghadirkan efisiensi administratif bagi ratusan ribu pengguna.
Willson menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mendorong transformasi digital berkelanjutan. "Laporan ini kami hadirkan sebagai panduan strategis menuju masa depan digital Indonesia yang inklusif dan kompetitif," pungkasnya.
Laporan lengkap EV-DCI 2025 dapat diakses melalui east.vc/DCI.
Editor: Gokli
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
