Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Emak-emak Karimun Turun ke Jalan, Protes Langkanya Beras Premium
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Kamis, 21 Agustus 2025 08:28 WIB
BATAMTODAY.COM, Karimun - Ratusan warga Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, menggelar aksi damai pada Rabu (20/8/2025), menyuarakan keresahan atas kelangkaan beras premium yang makin terasa dalam beberapa pekan terakhir.
Dengan membawa poster dan menyuarakan orasi, massa yang mayoritas ibu rumah tangga itu mendatangi dua lokasi sekaligus: Kantor Wilayah Bea Cukai Khusus Kepulauan Riau dan Kantor Bupati Karimun. Mereka meminta pemerintah membuka keran distribusi beras dari Batam yang dinilai selama ini mengalami hambatan.
"Selama ini kami mengandalkan pasokan dari Batam. Tapi sekarang makin sulit, harganya naik, stoknya susah," ujar seorang pengunjuk rasa dalam orasinya.
Di depan kantor Bea Cukai, perwakilan massa akhirnya diterima Kepala Kanwil DJBC Khusus Kepri, Adhang Noegroho Adhi. Dalam pertemuan tertutup itu, Adhang membantah tudingan bahwa pihaknya menjadi penghambat distribusi beras masuk ke Karimun.
"Bea Cukai tidak pernah menghalangi distribusi beras ke Karimun. Isu yang beredar itu tidak benar. Yang kami tindak adalah pengiriman ke Sumatera, bukan ke sini," kata Adhang dalam keterangannya kepada warga.
Ia juga menyebutkan bahwa lembaganya mendukung penuh kebijakan pangan nasional, termasuk di wilayah perbatasan seperti Karimun. Soal permintaan masyarakat agar beras hasil tangkapan bisa dihibahkan, Adhang menyarankan agar diajukan secara resmi lewat surat.
"Nanti akan kami koordinasikan dengan pihak Karantina, karena barang-barang tersebut masih dalam proses penyidikan," ujarnya.
Usai bertemu Bea Cukai, massa bergerak ke Kantor Bupati Karimun. Mereka diterima langsung oleh Wakil Bupati Rocky Marciano Bawole di ruang rapat Cempaka Putih.
Di hadapan massa, Rocky menjelaskan bahwa stok beras di Karimun sejatinya masih cukup, setidaknya untuk beberapa bulan ke depan. Hanya saja, perbedaan kualitas membuat sebagian masyarakat merasa seolah sedang krisis.
"Yang terjadi bukan kelangkaan, melainkan transisi konsumsi. Masyarakat terbiasa makan beras premium, lalu beralih ke SPHP dari Bulog yang harganya lebih murah. Rasanya tentu berbeda," ucap Rocky.
Pemkab Karimun, kata Rocky, tengah berkoordinasi dengan Bulog dan aparat terkait untuk terus menggencarkan Gerakan Pangan Murah di berbagai titik. Program ini disebut sebagai salah satu upaya mengatasi tekanan harga dan ketersediaan beras di pasaran.
Saat ini, beras premium dengan berbagai merek nyaris tak lagi terlihat di rak-rak toko maupun swalayan di Karimun. Sebaliknya, beras SPHP dari Bulog menjadi alternatif utama meski belum sepenuhnya diterima oleh lidah warga.
Editor: Gokli
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
