Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Empat Budaya Satu Tenun Harmoni Warnai Gelaran Budaya Kepri 2025
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Minggu, 16 November 2025 08:32 WIB
BATAMTODAY.COM, Batam - Empat etnis besar yakni Banjar, Bugis, Dayak, dan Melayu, bersatu dalam Festival 'Empat Budaya Satu Tenun Harmoni' yang digelar selama dua hari, 14-15 November 2025, di Mega Mall Batam, Kepulauan Riau. Acara ini digagas oleh Paguyuban Kerukunan Banjar melalui inisiatif Suhadi dan dipadukan dengan program Dinas Pariwisata Kepri sehingga menghadirkan perayaan budaya yang sarat nilai sejarah, edukasi, dan persatuan.
Anggota DPRD Kepri sekaligus Ketua Umum Perhimpunan Keluarga Besar Borneo (PKBB) Kepri, Suhadi, menegaskan bahwa kebudayaan bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan fondasi yang membentuk karakter masyarakat Kepulauan Riau.
"Budaya itu bukan hanya tarian dan pakaian adat. Di dalamnya ada napas sejarah, nilai perjuangan, dan jejak peradaban yang membangun identitas masyarakat Kepri.
Provinsi ini lahir dari pertemuan Melayu, Bugis, Banjar, Dayak, Tionghoa, dan banyak etnis lainnya sejak abad ke-17. Perjumpaan itu bukan saja melahirkan masyarakat yang ramah dan terbuka, tetapi juga menjadikan Kepri sebagai rumah besar kebudayaan Nusantara," ujar Suhadi.
Ia menyebutkan bahwa keberagaman yang dimiliki Kepri harus terus dipelihara, tidak hanya sebagai kekuatan sosial, tetapi juga sebagai modal pembangunan daerah.
Pemerintah dan DPRD memiliki tanggung jawab moral sekaligus konstitusional untuk memastikan kebudayaan daerah tidak hanya dipertontonkan, tetapi diwariskan dan menjadi pedoman hidup.
"Keberagaman bukan tantangan, tetapi modal sosial yang menyatukan langkah pembangunan. Saya berharap festival ini mendorong generasi muda mencintai sejarah mereka, memahami akar budaya, dan belajar dari leluhur yang menjaga harmoni di bumi Kepulauan Riau," ungkapnya.
Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan, menyampaikan bahwa festival ini sejalan dengan arah pembangunan pariwisata nasional dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 yang mengedepankan konsep Asta Cita dan prinsip pariwisata berkelanjutan.
"Konsep pariwisata berkualitas adalah mempertahankan dan mewariskan budaya Nusantara. Apa yang ditampilkan hari ini bukan sekadar hiburan, tetapi warisan tradisi yang harus dijaga, terutama oleh generasi muda," kata Hasan.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Suhadi dan seluruh komponen budaya Banjar, Bugis, dan Dayak yang berkolaborasi menghadirkan event ini sebagai wadah ekspresi sekaligus edukasi budaya.
Hasan menuturkan bahwa 'Empat Budaya Satu Tenun Harmoni' telah masuk dalam Kalender Event Kepri 2025, menjadi event ke-10 pada bulan November. Sepanjang 2025, Kepri menggelar 54 event pariwisata, dan kalender event 2026 yang segera diluncurkan Gubernur diproyeksikan meningkat menjadi 71 event.
Dari sisi kunjungan wisata, Hasan melaporkan tren pertumbuhan positif. Hingga September 2025, jumlah wisatawan mancanegara telah mencapai 1,446 juta orang, mendekati target 1,7 juta.
Ia optimistis angka kunjungan bisa menembus 2,1 juta wisman hingga akhir tahun. Sementara wisatawan Nusantara telah mencapai 3,8 juta, dan diperkirakan tembus 4,7 juta pada akhir tahun.
"Event-event budaya seperti ini menjadi magnet besar bagi wisatawan mancanegara dan Nusantara. Dampaknya langsung dirasakan pada geliat ekonomi dan pertumbuhan PDRB daerah," jelas Hasan.
Dengan dukungan pemerintah daerah serta antusiasme ribuan pengunjung, festival 'Empat Budaya Satu Tenun Harmoni' diharapkan menjadi agenda tahunan yang memperkaya identitas Kepri sebagai rumah keberagaman dan pusat harmoni budaya Nusantara.
Editor: Surya
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
