Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Empat Nelayan Batam Dipulangkan Setelah Diamankan APMM, Bakamla RI Lakukan Penjemputan di Perbatasan
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Jumat, 14 November 2025 13:08 WIB
BATAMTODAY.COM, Batam - Empat nelayan asal Batam akhirnya dipulangkan ke Indonesia setelah sempat diamankan Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) karena tanpa sengaja melintasi batas perairan.
Proses pemulangan dilakukan melalui koordinasi antara APMM, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru, dan Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI). Serah terima berlangsung di perairan perbatasan Indonesia-Malaysia, Kamis (13/11/2025).
Pemulangan tersebut diterima langsung oleh Kepala Zona Bakamla Barat, Laksamana Pertama Bakamla Bambang Trijanto, yang diwakili Kepala Bidang Operasi Zona Bakamla Barat, Kolonel Bakamla Yudi Priyatno; Kapal Negara KN Pulau Nipah-321 diturunkan sebagai unsur penjemput.
Empat nelayan berinisial AT (57), GA (26), MT (37), dan MR (34) ditangkap APMM Zon Maritim Tanjung Sedili pada 7 Oktober 2025 di perairan Tanjung Kelesa, Johor. Saat itu mereka tengah berlayar dari Tanjung Uma, Batam menuju Pulau Bintan untuk berjualan sembako kepada kapal-kapal yang berlabuh. Namun, karena tidak dilengkapi sistem navigasi GPS, perahu mereka tanpa disadari masuk ke wilayah perairan Malaysia.
Menindaklanjuti kasus tersebut, KJRI Johor Bahru mengajukan permohonan resmi pada 21 Oktober 2025 kepada APMM Johor untuk memulangkan keempat nelayan. Setelah proses verifikasi dan koordinasi, izin pemulangan diterima pada 7 November 2025. Para nelayan kemudian ditempatkan di Tempat Tinggal Sementara (TTS) KJRI Johor Bahru hingga waktu repatriasi.
Serah terima para nelayan bersama perahunya dilakukan di titik rendezvous yang telah disepakati di perairan perbatasan. Seluruh proses berlangsung aman dan lancar berkat komunikasi intensif antara ketiga pihak.
Kolonel Bakamla Yudi Priyatno menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin dalam proses pemulangan tersebut. "Pemulangan nelayan ini merupakan bukti nyata kerja sama kuat antara Bakamla RI, APMM, dan KJRI Johor Bahru. Kami akan terus memperkuat kolaborasi lintas batas untuk menjaga keamanan laut dan memastikan perlindungan bagi nelayan serta masyarakat maritim Indonesia," ujarnya.
Kegiatan repatriasi ini menjadi bagian dari diplomasi kemaritiman Bakamla RI yang tidak hanya berfokus pada patroli dan pengamanan laut, tetapi juga perlindungan kemanusiaan di kawasan perbatasan.
Editor: Gokli
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
