Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Festival Budaya Melayu 2025 di Tanjungpinang, Warisan Melayu Tak Lekang Waktu
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Senin, 4 Agustus 2025 11:28 WIB
BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Semangat pelestarian budaya kembali digaungkan dalam Festival Budaya Melayu 2025 yang digelar di Kota Tanjungpinang, Minggu malam (3/8/2025).
Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa Kuliah Kerja Nyata --Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Pemerintah Kota Tanjungpinang.
Mengusung tema 'Satu Melayu, Ragam Pesona Warisan', festival ini dihadiri oleh Wali Kota Tanjungpinang H Lis Darmansyah, Wakil Wali Kota, jajaran Forkopimda, perangkat daerah, serta masyarakat setempat yang memenuhi lokasi acara dengan antusias.
Dalam sambutannya, Wali Kota Lis Darmansyah menegaskan pentingnya budaya Melayu sebagai identitas yang harus dijaga dan dihidupkan dalam keseharian. "Budaya Melayu jangan sampai hanya menjadi kenangan. Ia harus terus hidup dan menjadi pedoman. Budaya bukan sekadar tontonan, tapi tuntunan. Ia adalah cerminan nilai, etika, dan jati diri," ujarnya tegas.
Lis juga menyampaikan bahwa Tanjungpinang memiliki posisi strategis sebagai pusat perkembangan bahasa dan budaya Melayu yang menjadi akar dari bahasa nasional Indonesia. "Pelestarian budaya menjadi bagian penting dari pembangunan daerah yang berlandaskan visi BIMASAKTI," tambahnya.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan KKN-PPM UGM, Ashar Saputra, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari masyarakat dan dukungan dari Pemerintah Kota selama program berlangsung.
"Sebuah kehormatan bagi Tim KKN UGM dapat berada di tengah masyarakat Kota Tanjungpinang yang sangat ramah dan terbuka. KKN UGM bertujuan menyapa Indonesia, belajar berinteraksi, dan berusaha bersinergi untuk mempercepat pembangunan," ujarnya.
Festival Budaya Melayu 2025 diramaikan dengan berbagai pertunjukan seni tradisional seperti pencak silat, gurindam, tari Melayu Nona Singapura, celoteh budak Melayu, stand up comedy, hingga joget dangkong. Tak hanya menampilkan kekayaan budaya, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi antara generasi muda, pemerintah, dan masyarakat dalam merayakan warisan leluhur.
Melalui kegiatan ini, kolaborasi lintas sektor terbukti mampu menghidupkan kembali budaya lokal sekaligus menumbuhkan rasa bangga generasi muda terhadap identitas bangsa.
Editor: Gokli
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
