Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Fraksi PPP Plus dan KIR DPRD Anambas Soroti Tingginya Silpa dan Turunnya DAK

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Senin, 18 November 2019 13:16 WIB
Fraksi yang ada di DPRD menyoroti tingginya SIlpa. (Fredy)
Fraksi yang ada di DPRD menyoroti tingginya SIlpa. (Fredy)

BATAMTODAY.COM, Anambas - Dua dari Lima Fraksi DPRD Kepulauan Anambas menyoroti besarnya sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) 2019 dan turunnya dana transfer pusat melalui program DAK. Itu diyakini disebabkan tidak maksimalnya serapan anggaran pada organisasi perangkat daerah (OPD).

Fraksi yang pertama menyoroti besarnya Silpa, yakni PPP Plus yang disampaikan oleh Ayub melalui pandangan umum fraksi terhadap nota keuangan Ranperda APBD 2020. Menurutnya, Pemda perlu mematangkan perencanaan, sehingga penyerapan anggaran tepat sasaran dan maksimal.

"Kami sebagai pengawas tentu memperhatikan hal ini. Menurut Fraksi PPP Plus, besarnya Silpa ini diakibatkan orientasi serapan anggaran di OPD kurang maksimal. Maka kedepan perlu perencanaan yang matang antar OPD, agar anggaran tepat sasaran," ujar Ayub, Senin (18/11/2019).

Sedangkan terkait turunnya DAK, Ayub menduga komunikasi antar pemerintan daerah ke pusat sudah mulai longgar. Sehingga perlu meningkatkan komunikasi kembali dengan pemerintah pusat.

"Ini sangat disayangkan, kita mengalami penurunan DAK sekitar Rp 70 miliar dibandingkan tahun 2019. Ini disebabkan kurangnya perhatian Pemda terhadap sinkronisasi program usulan ke pusat. Ini perlu komunikasi yang intensif, untuk menjaga hubungan baik dengan pusat. Karena kita masih butuh bantuan pusat untuk mengembangkan Anambas ini," jelasnya.

Sedangkan Fraksi Karya Indonesia Raya yang disampaikan oleh Rocky H Sinaga mengakui, faktor kinerja Pemda akan mempengaruhi DAK. Untuk itu, Pemda harus lebih mengoptimalkan kinerja.

"Banyak sebenarnya DAK yang bisa kita dapatkan dari tiga jenis itu yaitu, reguler, afirmasi dan penugasan. Namun karena kinerja tidak optimal, ini menjadi tertinggal," ucapnya.

Rocky juga menyoroti terkait perbedaan Silpa yang sebelumnya dicatat pada KUAPPAS sekitar Rp 40 miliar, namun pada nota keuangan mencapai Rp 169 miliar. "Pada nota keuangan Silpa kita naik sekitar 200 persen dibandingkan asumsi pada KUAPPAS yang tercatat hanya Rp 40 miliar. Kedepan, perlu adanya kecermatan dan ketelitian dalam menyusun program dan menyusun laporan keuangan," jelasnya.

Editor: Chandra

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan