Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Gegara Mabuk, Man Tewas Kecelakaan di Panbil

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Kamis, 3 Maret 2016 18:48 WIB
Korban Raja Ardiansah alias Man sudah dimandikan dan akan disemanyamkan di Tanjung Uma (Foto : Harun al Rasyid)<br>
Korban Raja Ardiansah alias Man sudah dimandikan dan akan disemanyamkan di Tanjung Uma (Foto : Harun al Rasyid)<br>
BATAMTODAY.COM, Batam - Kecelakaan lalulintas kembali terjadi diruas jalan Ahmad Yani, tepatnya didepan Perumahan Villa Panbil, Kamis (3/3/2016) sekitar pukul 13.30 WIB.

Raja Ardiansah alias Man tewas seketika, sementara kawannya Sahlan alias Alam (33) selamat dalam kejadian itu. Sahlan dilarikan ke Rumah Sakit Camatha Sahida, Panbil sedangkan Raja dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batuaji.

Laka tewas itu bermula ketika Man yang menyetir sepeda motor Honda Revo warna merah melaju dengan kecepatan tinggi. Diduga tak bisa mengontrol laju sepeda motornya, sehingga melebar ke badan jalan dan menabrak tiang dan juga pohon.

"Larinya kencang, terus tak tahu lagi, tiba-tiba udah tabrakan. Saya binggung kok bisa terjadi tabrakan," ujar Sahlan di RS Camatha Sahida Panbil.

Sahlan hanya menderita luka memar dan goresan pada kedua kakinya. Ia sendiri tak mengetahui secara pasti luka apa saja yang diderita sahabatnya. "Saya pakai helm jadi tak kenapa-kenapa," ujarnya

Sahlan juga menuturkan, sebelum berangkat dari Tanjung Uma Batuampar menuju ke Batuaji, kedua sahabat  itu sempat berpesta minuman keras jenis Topi Miring.

Hal itu juga dibenarkan Raja Raisya adik kandung Raja Ardiansah ketika ditemui BATAMTODAY.COM di RSUD Embung Fatimah. Dikatakanya memang sebelum berangkat, kedua kawan itu menegak minuman keras beberapa botol. Kemungkinan kecelakaan itu diakibatkan korban masih dalam pengaruh alkohol.

"Tadi mereka minum-minum baru jalan. Katanya ke Batuaji. Tau-taunya malah kecelakaan. Kami juga tak tahu kecelakaanya bagaimana. Ini Masih ngurus administrasi. Nanti mau dikubur disana (Tanjung Uma, red)," pungkasnya Raisya.

Salah satu petugas kamar Mayat RSUD menjelaskan, korban meninggal lantaran terbentur benda keras dibeberapa anggota tubuh. Seperti luka pecah bagian kepala, bahu dan tangan sebelah kirih patah, dan patah tulang dagu.

"Lukanya memang cukup parah, karena benturan benda keras. Bukan dilindas ban truk atau lainnya," terang petugas kamar jenazah itu.

Editor : Udin

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan