Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

HJB ke-196, Wali Kota Amsakar: Batam Harus Unggul dan Berdaya Saing Tanpa Kehilangan Jati Diri

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Kamis, 18 Desember 2025 12:48 WIB
Peringatan Hari Jadi Kota Batam (HJB) ke-196 Tahun 2025. (Foto: Aldy Daeng/Batamtoday)
Peringatan Hari Jadi Kota Batam (HJB) ke-196 Tahun 2025. (Foto: Aldy Daeng/Batamtoday)

BATAMTODAY.COM, Batam - Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi Kota Batam (HJB) ke-196 Tahun 2025 tidak dimaknai sekadar sebagai agenda seremonial tahunan, melainkan momentum strategis untuk menanamkan nilai, menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan, serta memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap Batam dan masa depannya.

Penegasan tersebut disampaikan Amsakar saat menyampaikan pidato pada Rapat Paripurna DPRD Kota Batam dalam rangka HJB ke-196, Kamis (18/12/2025). Ia menyebutkan, peringatan tahun ini dirancang dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat, mulai dari Forkopimda, DPRD Batam, lembaga adat, paguyuban, organisasi kemasyarakatan, pelajar, hingga berbagai elemen masyarakat lainnya.

"Momentum Hari Jadi Batam ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap kota yang kita huni bersama, sekaligus memperkuat persatuan dan kerukunan masyarakat yang majemuk dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika," ujar Amsakar.

Pada peringatan HJB ke-196, Pemerintah Kota Batam mengusung tema "Unggul dan Berdaya Saing". Menurut Amsakar, tema tersebut bukan sekadar slogan, tetapi menjadi arah dan komitmen pembangunan Kota Batam ke depan.

Ia menjelaskan, makna “unggul” merefleksikan kualitas sumber daya manusia yang berkarakter, berilmu, berakhlak, menghargai budaya, serta menjunjung tinggi harmoni sosial. Kota unggul, kata dia, adalah kota yang berkembang tanpa kehilangan nilai, modern tanpa meninggalkan identitas, dan maju tanpa mengabaikan seluruh lapisan masyarakat.

"Batam harus tumbuh dengan sumber daya manusia yang terdidik, sehat, produktif, dan berkarakter kuat, sehingga mampu bersaing di tingkat regional maupun global, namun tetap menjaga jati diri Melayu yang ramah, santun, dan beradab," tegasnya.

Amsakar menambahkan, keunggulan tersebut harus ditopang oleh birokrasi yang melayani, tata kelola pemerintahan yang modern, penegakan hukum yang adil, serta ruang publik yang inklusif. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan Kota Batam, yakni Batam sebagai Kota Madani yang Inovatif, Berbudaya, dan Berkelanjutan serta menjadi pusat investasi dan pariwisata.

Sementara itu, konsep "berdaya saing" dimaknai sebagai kemampuan Batam menghadapi persaingan global melalui pembangunan infrastruktur yang andal, layanan publik yang profesional, regulasi yang adaptif, serta masyarakat yang responsif terhadap perubahan.

"Sebagai kota yang berada di jalur pelayaran internasional, Batam memiliki potensi besar. Daya saing bukan hanya ditentukan oleh letak geografis, tetapi juga oleh kemampuan memanfaatkan peluang melalui kemudahan berusaha, kualitas sumber daya manusia, serta transformasi ekonomi berbasis digital dan teknologi," jelasnya.

Amsakar memaparkan, sejumlah indikator pembangunan menunjukkan Batam berada pada jalur yang tepat. Pertumbuhan ekonomi Batam pada 2024 tercatat sebesar 6,69 persen dan meningkat menjadi 6,89 persen hingga triwulan III 2025, melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau dan nasional.

Batam juga tetap menjadi penopang utama perekonomian Kepulauan Riau dengan kontribusi mencapai 65,39 persen hingga triwulan III 2025. Sektor industri pengolahan masih menjadi tulang punggung ekonomi daerah dan mampu bersaing di tingkat internasional.

Selain itu, kebijakan ex-officio dinilai berperan signifikan dalam mempercepat pelayanan publik, pengembangan industri, serta pembangunan infrastruktur melalui sinkronisasi kebijakan di bawah satu kepemimpinan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam dan BP Batam, nilai ekspor Batam pada 2024 mencapai 16 miliar dolar Amerika Serikat, meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 14,6 miliar dolar AS. Sementara realisasi investasi tercatat sebesar Rp 33,66 triliun atau naik 74,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 19,24 triliun.

"Capaian ini menunjukkan bahwa Batam semakin unggul dan berdaya saing, baik di tingkat nasional maupun internasional," kata Amsakar.

Menutup pidatonya, Amsakar mengajak seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat, termasuk DPRD, Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, serta generasi muda, untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membangun Batam.

"Tidak ada kota yang maju karena satu orang. Kota yang maju adalah kota yang dibangun dengan kebersamaan. Apa yang kita nikmati hari ini merupakan hasil kerja keras dan gotong royong kita semua," pungkasnya.

Editor: Gokli

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan