Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Ibu Hamil Melahirkan di Atas KMP Lome Meninggal Saat Dievakuasi ke Rumah Sakit, Bayi Selamat

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Senin, 5 Januari 2026 12:48 WIB
Petugas kesehatan saat melakukan pertolongan kepada seorang ibu yang melahirkan di KMP Lome saat berlayar dari Mengkapan-Riau ke Telaga Punggur-Batam, Sabtu (3/1/2025). (Istimewa)
Petugas kesehatan saat melakukan pertolongan kepada seorang ibu yang melahirkan di KMP Lome saat berlayar dari Mengkapan-Riau ke Telaga Punggur-Batam, Sabtu (3/1/2025). (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Batam - Seorang penumpang perempuan bernama Asmidar (38) meninggal dunia usai melahirkan di atas KMP Lome yang tengah berlayar dari Mengkapan, Provinsi Riau, menuju Pelabuhan ASDP Telaga Punggur, Kota Batam, Kepulauan Riau. Sementara itu, bayi yang dilahirkan dinyatakan selamat.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (3/1/2026) dan dibenarkan oleh General Manager ASDP Indonesia Ferry Cabang Batam, Andri Setiawan. "Benar, kejadian berlangsung pada Sabtu kemarin saat kapal akan bersandar di Pelabuhan Telaga Punggur," ujar Andri, Senin (5/1/2026).

Andri menjelaskan, manajemen ASDP memastikan penanganan kondisi darurat telah dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan di atas kapal. "Begitu menerima laporan dari perwira jaga, nahkoda langsung mengambil alih komando dan mengaktifkan prosedur darurat. Awak kapal segera memobilisasi bantuan medis, menyediakan ruang yang lebih layak dan privat bagi penumpang, serta memastikan kebutuhan dasar pasien terpenuhi," jelasnya.

Ia menyampaikan bahwa proses persalinan berlangsung dengan pendampingan penumpang yang memiliki latar belakang tenaga kebidanan. Bayi akhirnya berhasil dilahirkan dengan selamat di atas kapal. "Namun, kondisi ibu pascamelahirkan dilaporkan mengalami komplikasi," ujar Andri.

Setelah itu, nahkoda KMP Lome berkoordinasi dengan manajemen ASDP Cabang Batam untuk mendapatkan dukungan medis lanjutan. Koordinasi lintas instansi juga dilakukan dengan Balai Karantina Kesehatan, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), serta KP3.

"Evakuasi di laut sempat dipertimbangkan. Namun, setelah dilakukan asesmen bersama dan mempertimbangkan faktor cuaca, gelombang, serta angin, evakuasi antar kapal dinilai tidak aman," ungkapnya.

Dengan mengedepankan keselamatan jiwa, kapal kemudian melanjutkan pelayaran menuju Pelabuhan Telaga Punggur dengan tim medis tetap siaga mendampingi pasien selama perjalanan. "Ibu hamil tersebut merupakan penumpang dari Mengkapan, Riau, dengan tujuan Telaga Punggur, Batam," tambah Andri.

Setibanya di pelabuhan, Asmidar segera dievakuasi menggunakan ambulans yang telah disiagakan dan dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lanjutan. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan. "Sementara bayi yang dilahirkan dinyatakan dalam kondisi sehat. ASDP juga memastikan pendampingan kepada keluarga almarhumah, termasuk penanganan jenazah dan pemulangan bayi," katanya.

Atas peristiwa tersebut, manajemen ASDP Indonesia Ferry Cabang Batam menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. "Atas nama manajemen ASDP, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhumah. Seluruh proses penanganan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan, kemanusiaan, serta koordinasi lintas pemangku kepentingan," pungkas Andri.

Editor: Gokli

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan