Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Imigrasi Tanjunguban Catat Lonjakan Pemeriksaan WNA-WNI Meski Realisasi Anggaran Turun

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Senin, 7 Juli 2025 15:28 WIB
Kinerja Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjunguban pada semester I tahun 2025 menunjukkan pencapaian positif. (Foto: Istimewa)
Kinerja Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjunguban pada semester I tahun 2025 menunjukkan pencapaian positif. (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Kinerja Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjunguban pada semester I tahun 2025 menunjukkan pencapaian positif, meskipun realisasi anggaran mengalami penurunan dibandingkan periode sama tahun lalu.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjunguban, Adi Hari Pianto, memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal di tengah upaya efisiensi.

"Kami terus berupaya semaksimal mungkin dalam melayani masyarakat, baik WNI maupun WNA, mulai dari pelayanan keimigrasian hingga pengawasan dan penegakan hukum," kata Adi Hari Pianto, Senin (7/7/2025).

Hingga Juni 2025, realisasi anggaran Kantor Imigrasi Tanjunguban tercatat Rp 4,48 miliar atau 39,16% dari total pagu anggaran tahun 2025. Angka ini lebih rendah dibandingkan realisasi semester I tahun 2024 yang mencapai 53,68%. Penurunan terjadi karena adanya efisiensi anggaran, khususnya pada Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di awal tahun.

Meski begitu, aktivitas pelayanan publik justru mengalami peningkatan. Kantor Imigrasi Tanjunguban melayani pemeriksaan di tiga Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) terhadap 142.481 orang untuk kedatangan dan 144.508 orang untuk keberangkatan. Jumlah ini naik sekitar 20 persen dibanding semester I 2024 yang mencatat 118.800 orang untuk kedatangan dan 120.419 orang untuk keberangkatan.

"Kenaikan ini membuktikan komitmen kami dalam memberikan pelayanan prima, sesuai dengan fungsi keimigrasian berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011," ujar Adi.

Dari sisi pelayanan dokumen, Imigrasi Tanjunguban menerbitkan 3.087 paspor elektronik selama Januari hingga Juni 2025. Jumlah ini turun 16,68 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 3.705 paspor. Penurunan permohonan diduga karena dampak efisiensi anggaran yang turut dirasakan masyarakat.

Selain itu, penerbitan izin tinggal bagi warga negara asing (WNA) tercatat 97 permohonan, baik baru maupun perpanjangan. Angka ini merosot sekitar 56,31 persen dibanding semester I tahun 2024 yang mencapai 222 permohonan. Penurunan diperkirakan terkait melambatnya produksi di kawasan industri yang menjadi salah satu sumber pekerja asing.

"Sebagian besar pemohon izin tinggal berasal dari sektor industri dan pariwisata. Ketika produksi industri menurun, permintaan izin tinggal juga berkurang," jelas Adi.

Dalam bidang pengawasan dan penegakan hukum, Kantor Imigrasi Tanjunguban telah melaksanakan 45 operasi mandiri maupun operasi intelijen. Tercatat pula tiga tindakan administratif keimigrasian serta satu proses penegakan hukum melalui jalur projustitia untuk mencegah tindak pidana perdagangan orang (TPPO) bekerja sama dengan berbagai pihak.

"Kami berkomitmen menjaga sinergi dengan instansi lain dalam mencegah TPPO dan tindak pidana penyelundupan manusia," tambahnya.

Adi Hari Pianto juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus memberikan edukasi kepada masyarakat melalui Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) maupun program Desa Binaan. Ia berharap kinerja semester I 2025 menjadi motivasi bagi jajarannya untuk meningkatkan pelayanan pada semester II mendatang.

"Tentu hasil ini menjadi bahan evaluasi sekaligus penyemangat bagi kami agar di semester berikutnya, capaian kinerja bisa melebihi tahun sebelumnya," pungkas Adi.

Editor: Gokli

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan