Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Indonesia AI Center of Excellence Siap Jadi Penggerak Implementasi Peta Jalan Kecerdasan Artifisial Nasional
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Sabtu, 12 Juli 2025 15:28 WIB
BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah meluncurkan Indonesia AI Center of Excellence (CoE) sebagai langkah strategis untuk mempercepat realisasi visi Indonesia menjadi kekuatan digital global berbasis kecerdasan artifisial (AI).
Peluncuran yang digelar di Hotel The St Regis Jakarta, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (11/7/2025), menjadi penanda keseriusan pemerintah dalam mendorong pemanfaatan AI secara terukur dan inklusif.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menegaskan AI CoE bukan sekadar proyek simbolis, melainkan akan menjadi motor penggerak implementasi peta jalan AI nasional yang kini sedang dirumuskan. "Indonesia AI Center of Excellence bukanlah inisiatif yang terisolasi. Pusat ini akan berfungsi sebagai lengan implementasi, mesin yang secara langsung menerjemahkan peta jalan AI nasional menjadi program-program yang nyata dan dapat ditindaklanjuti," ujar Nezar, demikian dikutip laman Komdigi.
Nezar menjelaskan, terdapat lima pilar utama yang menjadi fokus dalam peta jalan AI nasional. Kehadiran AI CoE dirancang untuk memperkuat setiap pilar tersebut, demi menciptakan ekosistem digital yang berdaya saing dan beretika.
"Pertama adalah etika. AI CoE akan mendorong pengembangan audit etika nasional agar teknologi AI di Indonesia selalu inklusif dan adil," ungkap Nezar.
Pilar kedua, lanjutnya, adalah penguatan infrastruktur dan tata kelola data. AI CoE akan berperan dalam penetapan standar teknologi dan keamanan infrastruktur strategis AI nasional, sekaligus memastikan tata kelola data mendukung interoperabilitas yang lancar.
"Ketiga adalah pengembangan bakat. Sumber daya manusia kita adalah aset terbesar kita. AI CoE akan mendukung program beasiswa, sertifikasi nasional, reformasi kurikulum AI, dan literasi publik, untuk memberdayakan jutaan orang dengan keterampilan digital yang relevan dengan masa depan," jelasnya.
Nezar menambahkan, pilar keempat mencakup aspek investasi. AI CoE akan berperan penting dalam mengamankan pendanaan, termasuk menyediakan dana investasi khusus bagi program-program prioritas nasional di bidang AI.
"Pilar terakhir adalah penelitian dan pengembangan (R&D). AI CoE akan mempercepat adopsi teknologi AI melalui riset terapan, memanfaatkan ekosistem digital Indonesia, serta mendorong inovasi berbasis sumber terbuka," tutur Nezar.
Ia menegaskan, AI CoE juga akan berfungsi sebagai pusat kolaborasi yang menjadi wadah pertukaran keahlian antara pelaku industri global dan lokal, guna memperkuat jaringan inovasi. "Sebagai hub, AI CoE akan menjadi platform mercusuar yang mendorong kolaborasi serta memberdayakan jaringan global dan lokal untuk berbagi pengetahuan dan memimpin berbagai program inovasi," tegasnya.
Kolaborasi Kementerian Komunikasi dan Digital dengan sejumlah perusahaan teknologi global menjadi kunci dalam mendukung visi Indonesia Digital 2045. Salah satu bentuk kerja sama yang telah berjalan adalah pendirian AI CoE di Papua, yang bertujuan membuka akses lebih luas terhadap teknologi AI di berbagai wilayah Indonesia.
"Dengan kolaborasi ini, kita bisa mendidik dan melatih sekitar 2 juta talenta AI di Indonesia. Ini peluang besar yang harus kita manfaatkan. Dengan dukungan kekuatan komputasi dari NVIDIA dan kesiapan keamanan siber dari Cisco, kita dapat belajar banyak untuk mengadopsi teknologi AI," pungkas Nezar.
Langkah ini diharapkan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan ekosistem AI nasional yang tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga berlandaskan etika dan inklusivitas.
Editor: Gokli
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
