Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Indonesia Angkat Diplomasi Budaya Lewat Pertunjukan 'JIWA' di Osaka Expo 2025
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Senin, 18 Agustus 2025 10:28 WIB
BATAMTODAY.COM, Jakarta - Indonesia menegaskan jati dirinya di panggung dunia melalui pertunjukan "JIWA (Journey Indonesia's Wisdom & Arts)" yang ditampilkan di Paviliun Indonesia, Osaka Expo 2025.
Suguhan seni yang meramu tarian tradisional, musik modern, dan visual digital itu menjadi simbol diplomasi budaya sekaligus perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia.
"Pemilihan Gelar Alam karena kawasan tersebut sebagai penghasil padi, penopang program ketahanan pangan yang merupakan program Astacita Presiden Prabowo Subianto," ujar Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, di Osaka, Rabu (13/8/2025), demikian dikutip laman Komdigi.
Pertunjukan berdurasi 15 menit itu membawa penonton menelusuri lintas waktu, dari desa adat di kaki Gunung Halimun-Salak, Jawa Barat, hingga ke panggung dunia. Kisahnya terinspirasi dari Kasepuhan Gelar Alam di Sukabumi, komunitas adat yang setia menjaga tradisi bertani alami, lumbung padi (leuit), dan ritual adat.
Sejak 2009, desa tersebut terkoneksi dengan dunia luar melalui program Internet Masuk Desa yang digagas Kemkomdigi. Akses digitalnya kemudian berkembang lewat Digital Access Program (DAP) hasil kolaborasi British Embassy Jakarta (BEJ) dan Association for Progressive Communications (APC). Kini, 15 teknisi lokal mengelola jaringan internet bagi lebih dari 900 pengguna, memasarkan hasil pertanian serta kerajinan secara daring, hingga membuka sekolah internet untuk literasi digital warga.
Menurut Menkomdigi, teknologi tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman. "Jika dikelola dengan bijak, teknologi justru bisa menjadi sahabat yang menjaga dan mengangkat nilai-nilai kehidupan," katanya.
Pertunjukan 'JIWA' menghadirkan kolaborasi Kafin Sulthan, DJ Hendra, dan Batavia Dancers. Koreografi mereka memadukan gerak tradisional dengan modern, musik daerah yang diaransemen ulang, serta visual digital yang menarasikan perjalanan budaya dari akar tradisi hingga horizon inovasi.
Pementasan ini berlangsung di Paviliun Indonesia pada 13 Agustus 2025 pukul 17.30 dan 19.30 serta 14 Agustus 2025 pukul 16.00 dan 18.00. "Budaya adalah jati diri kita, teknologi adalah kendaraan kita, dan panggung dunia adalah ruang kita untuk bersuara," tegas Meutya Hafid.
Editor: Gokli
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
