Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Indonesia Dorong Kerja Sama Global untuk Pengembangan AI Aman dan Etis

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Jumat, 30 Mei 2025 13:08 WIB
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, dalam diskusi bilateral bersama Prof Dawn Song dari University of California, Berkeley, di sela agenda ATx AI Summit di Singapura, Rabu (28/5/2025). (Komdigi)
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, dalam diskusi bilateral bersama Prof Dawn Song dari University of California, Berkeley, di sela agenda ATx AI Summit di Singapura, Rabu (28/5/2025). (Komdigi)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital terus membuka peluang kerja sama internasional dalam pengembangan kecerdasan artifisial (AI) yang aman dan bertanggung jawab.

Hal ini ditegaskan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, dalam diskusi bilateral bersama Prof Dawn Song dari University of California, Berkeley, di sela agenda ATx AI Summit di Singapura, Rabu (28/5/2025).

"Pertemuan hari ini membahas pentingnya membentuk jaringan institut keamanan AI sebagai langkah kolaboratif untuk memastikan pengembangan AI yang etis dan aman," ujar Nezar.

Menurut Nezar, inisiatif tersebut akan menjadi wadah kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah, lembaga akademik, masyarakat sipil, dan industri. Jaringan ini diharapkan mampu mendukung penelitian dalam bidang penyelarasan AI, interpretabilitas, ketahanan sistem, serta mitigasi risiko teknologi.

"Selain menjadi ruang pertukaran pengetahuan tentang praktik terbaik dan standar keselamatan, jaringan ini juga penting untuk harmonisasi regulasi global," jelas Nezar.

Ia menambahkan pemerintah Indonesia juga tengah mendorong adopsi AI yang bertanggung jawab melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pelibatan publik, serta pengembangan kebijakan berbasis bukti.

Nezar menyebutkan bahwa diskusi dengan Prof Dawn Song menghasilkan kesepahaman bahwa pengembangan kebijakan AI harus didasari oleh riset empiris, pendekatan multidisipliner, dan praktik internasional terbaik. "Beberapa rekomendasi utama yang kami nilai penting diterapkan di Indonesia adalah pembentukan kerangka regulasi yang berfokus pada keamanan, privasi, dan akuntabilitas. Juga perlu dibentuk badan penasihat yang terdiri dari ilmuwan AI, ahli etika, pakar hukum, masyarakat sipil, serta profesional terkait," tuturnya.

Lebih lanjut, Nezar menegaskan pentingnya keselarasan strategi nasional AI Indonesia dengan standar global seperti Prinsip OECD, Prinsip Hiroshima G7, dan AI Advisory Body PBB. Diskusi juga menyentuh isu-isu strategis lainnya seperti penguatan talenta digital, pengembangan sains data, peningkatan keamanan siber, dan pembangunan infrastruktur data nasional.

"Kami akan terus menjajaki potensi kerja sama global, termasuk dengan UC Berkeley, untuk memperkuat pengembangan ekosistem AI di Indonesia," pungkas Nezar.

Editor: Gokli

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan