Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Indonesia Tegaskan Komitmen Dukung Multilateralisme dan Ekonomi Negara Berkembang di KTT BRICS 2025
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Selasa, 8 Juli 2025 10:48 WIB
BATAMTODAY.COM, Jakarta - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali menegaskan posisi Indonesia dalam memperkuat sistem multilateralisme serta kerja sama ekonomi antarnegara berkembang pada sesi kedua Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2025 yang berlangsung di Rio de Janeiro, Brasil, Minggu (6/7/2025).
Sesi pertemuan para pemimpin negara tersebut mengangkat tema Strengthening Multilateralism, Economic-Financial Affairs, and Artificial Intelligence.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa Presiden Prabowo menekankan urgensi menghidupkan kembali semangat multilateralisme di tengah kondisi geopolitik global yang semakin multipolar.
"Ini kemitraan ekonomi negara berkembang menjadi sangat penting dan diharapkan bahwa pemanfaatan dari New Development Bank bisa ditingkatkan," ujar Airlangga dalam keterangan di Brasil, demikian dikutip laman Setkab.
Airlangga menuturkan, Indonesia telah menyatakan kesiapan untuk bergabung secara aktif dalam New Development Bank (NDB), lembaga keuangan yang dibentuk negara-negara BRICS. Menurutnya, keikutsertaan Indonesia menjadi langkah strategis agar Indonesia dapat mengakses pembiayaan pembangunan, terutama yang sejalan dengan transformasi hijau dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
"Kita tahu bahwa dilaporkan tadi dalam New Development Bank itu ada beberapa proyek yang sedang ditangani antara lain clean energy project, kemudian infrastruktur, kemudian juga beberapa proyek yang terkait dengan sustainability dan green. Saat sekarang ditangani 120 proyek dan nilainya sekitar 39 billion," papar Airlangga.
Selain menyoroti multilateralisme, Presiden Prabowo juga menggagas inisiatif South-South Economic Compact dalam forum tersebut. Wakil Menteri Luar Negeri, Arrmanatha Nasir, atau yang akrab disapa Tata, menyampaikan bahwa usulan Presiden bertujuan memperkuat peran negara-negara BRICS sebagai penggerak akses perdagangan dan integrasi ekonomi negara-negara global south.
"Di sini tujuannya adalah agar negara-negara BRICS menjadi motor untuk memberikan akses yang lebih luas kepada negara-negara global south untuk perdagangan, untuk juga lebih mengintegrasikan perekonomiannya untuk menjadi bagian dari supply chain," ungkap Tata.
Langkah Indonesia di forum BRICS 2025 ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengambil peran lebih besar dalam kerja sama ekonomi global, sekaligus mendorong pembangunan yang berkelanjutan serta inklusif bagi negara-negara berkembang.
Editor: Gokli
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
