Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Indonesia-Uzbekistan Sepakat Perkuat Kerja Sama Pendidikan Dasar dan Menengah

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Selasa, 11 November 2025 14:28 WIB
Mendikdasmen Abdul Mu'ti, melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Uzbekistan, Ezozkhon Karimova, di Tashkent. (Kemendikdasmen)
Mendikdasmen Abdul Mu'ti, melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Uzbekistan, Ezozkhon Karimova, di Tashkent. (Kemendikdasmen)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Indonesia, Abdul Mu'ti, melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Uzbekistan, Ezozkhon Karimova, di Tashkent.

Pertemuan ini membahas peluang kerja sama strategis di bidang pendidikan, terutama dalam pengembangan pembelajaran dan pertukaran pelajar antara kedua negara.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Mu'ti didampingi oleh Duta Besar RI untuk Uzbekistan, Siti Ruhaini Dzuhayatin, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, serta jurnalis senior Media Indonesia, Abdul Khohar.

Dalam pemaparannya, Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa Indonesia tengah mengembangkan konsep pembelajaran mendalam (deep learning) --pendekatan yang menekankan pemahaman, kesadaran, dan pengalaman belajar yang bermakna. Model ini diharapkan dapat membantu peserta didik tidak sekadar menghafal fakta, tetapi juga mampu mengontekstualisasikan pengetahuan dalam kehidupan nyata.

"Kami ingin menciptakan proses belajar yang berkesadaran dan menyenangkan. Siswa harus mampu memahami, bukan hanya mengingat," ujar Mu'ti di hadapan delegasi Uzbekistan.

Selain itu, ia juga memaparkan program "7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat", yang menjadi bagian dari penguatan karakter di sekolah. Mu'ti menegaskan bahwa tantangan pendidikan Indonesia sangat kompleks karena kondisi geografis dan keragaman budaya yang tinggi.

"Kami memiliki lebih dari 17 ribu pulau, 1.300 suku bangsa, dan sekitar 700 bahasa daerah. Jumlah siswa di tingkat dasar hingga menengah mencapai hampir 55 juta, dengan 4,2 juta guru yang tersebar di lebih dari 400 ribu sekolah. Tantangan kami besar, tapi kami tetap optimistis," tuturnya disambut tawa peserta pertemuan.

Sementara itu, Menteri Karimova memaparkan sistem pendidikan di Uzbekistan yang terdiri dari pendidikan dasar (kelas 1-4) dan menengah (kelas 5-11), dengan total sekitar 9 juta siswa dan 700 ribu guru di 14 ribu sekolah.

Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, siswa dapat melanjutkan ke lyceum akademik, perguruan tinggi teknis, atau langsung menempuh pendidikan tinggi. Pemerintah Uzbekistan, kata Karimova, saat ini tengah melakukan reformasi pendidikan untuk memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi yang berkualitas.

Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri sepakat untuk memperkuat kerja sama pendidikan dasar dan menengah, termasuk pengembangan pengajaran bahasa Indonesia di Uzbekistan dan pertukaran pelajar antara kedua negara.

Kesepakatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi peningkatan hubungan diplomasi pendidikan Indonesia-Uzbekistan, serta membuka peluang kolaborasi di bidang riset, kurikulum, dan peningkatan kapasitas guru di masa mendatang.

Editor: Gokli

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan