Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Ini Penyebab Tiga SPPG di Karimun Belum Layani Program MBG Awal 2026
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Jumat, 9 Januari 2026 14:28 WIB
BATAMTODAY.COM, Karimun - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Tahun 2026 resmi dilaksanakan secara serentak mulai Kamis (8/1/2026). Pelaksanaan ini mengacu pada Surat Edaran Badan Gizi Nasional Nomor 1 Tahun 2026 tentang hari pertama operasional program MBG tahun 2026.
Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Karimun, Anas Fitrawanda, membenarkan bahwa operasional MBG di wilayah Karimun telah dimulai sesuai jadwal nasional. Namun demikian, dari total 22 SPPG yang terdaftar, masih terdapat tiga SPPG yang belum dapat melaksanakan pelayanan MBG di awal tahun ini.
"Dari 22 SPPG di Kabupaten Karimun, memang ada tiga SPPG yang belum bisa memulai operasional program MBG di awal 2026 karena sejumlah kendala," ujar Anas saat dikonfirmasi, Kamis (8/1/2026).
Ketiga SPPG tersebut masing-masing berada di Sungai Lakam Timur 1, Karimun Tebing Pamak 1, serta Karimun Meral Sungai Raya. Anas menjelaskan, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan ketiga SPPG tersebut belum dapat beroperasi.
"Alasannya beragam, ada yang masih mencari pengganti ahli gizi, ada yang sedang melakukan renovasi dapur, dan ada juga yang mengalami pergantian yayasan pengelola," jelasnya.
Secara khusus untuk SPPG Karimun Meral Sungai Raya, Anas menyebutkan bahwa operasional MBG telah cukup lama terhenti akibat adanya pergantian yayasan pengelola, sehingga proses pelayanan harus dihentikan sementara.
Meski demikian, Anas menegaskan bahwa secara umum pelaksanaan program MBG di Kabupaten Karimun berjalan lancar. Setiap kendala yang muncul, menurutnya, terus dievaluasi agar program dapat berjalan optimal.
"Pada prinsipnya pelaksanaan MBG di Karimun berjalan baik. Meski masih ada kekurangan, semuanya terus kami evaluasi," katanya.
Terkait kapan ketiga SPPG tersebut akan kembali beroperasi, Anas menyatakan belum dapat memastikan waktunya. Namun, pihaknya berharap pelayanan MBG dapat segera kembali berjalan dalam waktu dekat.
"Kami berharap dalam waktu yang tidak terlalu lama, kalau bisa dalam minggu ini, ketiga SPPG tersebut sudah bisa kembali melaksanakan operasional MBG," ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Soerjadi, menyampaikan bahwa hingga saat ini terdapat 22 SPPG di Kabupaten Karimun yang telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). "Total ada 22 SPPG di Kabupaten Karimun yang sudah mengurus dan memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi," kata Soerjadi.
Namun, saat dikonfirmasi mengenai yayasan yang mengelola masing-masing SPPG di Kabupaten Karimun, Soerjadi hanya menyampaikan daftar nama SPPG yang tersebar di sejumlah kecamatan melalui pesan singkat WhatsApp, tanpa merinci nama yayasan pengelolanya.
Editor: Gokli
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
