Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Jembatan Hancur, Warga Klarik Terancam Terisolir Selama Lebaran

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Senin, 3 Juni 2019 09:16 WIB
Kondisi jembatan setelah terbawa arus air. (Kalit)
Kondisi jembatan setelah terbawa arus air. (Kalit)

BATAMTODAY.COM, Natuna - Jembatan darurat terbuat dari kayu, untuk penghubung Kecamatan Bunguran Utara (Klarik) menuju Kecamatan Bunguran Batubi, Kabupaten Natuna, hancur usai terseret arus air. Tingginya curah hujan di wilayah Bunguran Besar, mengakibatkan air meluap, Minggu (2/6/2019) sore.

Imbas dari jembatan darurat yang porak poranda tersebut, masyarakat Kecamatan Bunguran Utara, yang memiliki populasi mencapai 3 ribu lebih, terancam tidak bisa menikmati Lebaran di pusat Kota Ranai.

Jembatan tersebut merupakan jalan poros satu-satunya yang menghubungkan masyarakat. Akibatnya, kendaraan roda dua dan empat tidak dapat melintas.

"Jembatan rusak, habis terbawa arus air. Tidak ada jalan lain menuju Batubi dan Kota Ranai," ujar Amran, warga Kelarik, kepada BATAMTODAY.COM, Senin (3/6/2019).

Terkait hancurnya jembatan, Amran menilai pemasangannya tidak kuat. Tekstur kemiringan tanah lebih rendah saat menuju jembatan, sehingga kayu jembatan terbawa arus air.

"Walaupun jembatan darurat, seharusnya pihak Pemkab Natuna membuat jembatan yang layak untuk dilintasi kendaraan. Untung tidak ada yang jadi korban saat melintasi jembatan ini," tambahnya.

Ditambahnya, masyarakat sudah sering melakukan kerja gotong-royong untuk memperbaiki jalan dan jembatan secara swadaya agar bisa dilalui kendaraan.

"Kalau menunggu dari pihak Pemda Natuna, bisa-bisa lepas Lebaran nanti baru diperbaiki jembatannya," sesalnya.

Lebih mirisnya lagi, setelah 19 tahun menjadi Kabupaten Natuna, wilayah Kecamatan Bunguran Utara masih mengalami kesenjangan dalam sarana dan prasarana dengan keadaan jalan berlumpur serta berlobang dan kayu jembatan bisa kandas pada bumper mobil .

"Kendaraan mobil yang masuk ke wilayah ini harus mobil gardan dua (jenis 4 WD). Kalau mobil sejenis Avanza dipastikan kandas," paparnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, dari arah Klarik menuju Kota Ranai dan sebaliknya harus putar balik, karena tidak dapat dilintasi hingga jembatan darurat diperbaiki.

Sementara untuk pilihan alternatif jalan tidak ada, karena jalan poros lingkar dari Buton menuju kota Ranai belum siap.

Hingga berita ini diunggah, Dinas terkait belum dapat dikonfirmasi untuk penanggulangan jembatan darurat.

Editor: Chandra

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan